Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dirikan Sekolah di Daerah Pelosok, Pasutri Ini Minta Dibayar Pakai Sampah, Begini Kisahnya

Pasangan suami istri mendirikan sekolah nonformal di Pandan Lembang (Desa) Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dirikan Sekolah di Daerah Pelosok, Pasutri Ini Minta Dibayar Pakai Sampah, Begini Kisahnya
TribunTimur.com/Tommy Paseru
Chrisma (pakai topi) mengumpulkan sampah yang dibawa oleh siswanya, Kamis (25/3/2021) 

Namun karena saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, siswa belajar dari rumah.

Sayangnya, sejak belajar dari rumah siswa sangat sulit melakukan komunikasi dengan guru-gurunya.

Kendalanya pada jarak tempat tinggal siswa dengan guru yang sangat jauh.

Selain itu, mereka dan guru sangat sulit berkomunikasi lewat handphone karena di daerah tersebut blank spot atau tak ada jaringan telekomunikasi.

"Jadi siswa sejak dirumahkan, waktunya lebih banyak diisi dengan bermain, mencari kayu bakar dan mengembala kerbau, jadi tidak ada waktu untuk belajar," katanya.

Baca juga: VIRAL TikTok Gadis Makan 12 Menu saat Kondangan, Disebut Seperti Makan di Restoran All You Can Eat

Sehingga, sambungnya, kita bentuk sekolah ini agar pendidikan atau pembelajaran siswa tetap berjalan meski dalam situasi apapun.

"Intinya pendidikan jangan berhenti," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Jarak Pandan Lembang Bau dari Makale (Ibu Kota Tana Toraja) sekira 30 kilometer.

Akses jalan menuju lokasi ini belum sepenuhnya mulus.

Ada titik jalan yang telah di rabat namun ada juga yang masih berbatu.

(TribunTimur.com/Tommy Paseru)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Dirikan Sekolah di Daerah Pelosok, Pasutri di Tana Toraja Dibayar Pakai Sampah

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas