Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rudapaksa Remaja 15 Tahun di Kebun Sawit & Rumah Kosong, Kades Ini Kini Tak Nafkahi setelah Menikah

Seorang kepada desa rudapaksa remaja 15 tahun di kebun sawit dan rumah kosong. Pelaku dan korban lalu dinikahkan.

Rudapaksa Remaja 15 Tahun di Kebun Sawit & Rumah Kosong, Kades Ini Kini Tak Nafkahi setelah Menikah
Ahmad Zaimul Haq/Surya
Ilustrasi diperagakan oleh model- Seorang kepada desa rudapaksa remaja 15 tahun di kebun sawit dan rumah kosong. Pelaku dan korban lalu dinikahkan. 

TRIBUNNEWS.COM- Seorang kepada desa rudapaksa remaja 15 tahun di kebun sawit dan rumah kosong.

Pelaku dan korban lalu dinikahkan.

Tapi pelaku malah tak memberikan nafkah lahir dan batin.

IW (15), remaja warga Dusun Ulu Gedung, Desa Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, akhirnya buka suara, terkait dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

Kasus ini sebelumnya sudah masuk ke ranah hukum, setelah dilaporkan ke kepolisian Polres Tebo. Sebagai terlapor, yakni oknum kades bernama Hazri, dari Desa Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Tebo.

Namun hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut atas laporan tersebut.

Sang korban pun akhirnya buka suara, dengan mengakui bahwa dirinya telah beberapakali di lecehkan hingga dicabuli oleh oknum kades tersebut.

Dari pengakuannya, IW mengaku mengalami tindakan pelecehan seksual hingga pencabulan di kebun sawit, dan sebuah rumah kosong.

Baca juga: Istri Pergi ke Kebun, Pria Tua Ini Rudapaksa Anak Tirinya Usia 15 Tahun, Aksinya Dipergoki Warga

Baca juga: Ibu Pergoki Anaknya Dirudapaksa Suami di Ruang Tamu, Syok Korban Tanpa Busana, Ternyata Sudah 3 Kali

Baca juga: Ngaku Dukun Bisa Obati Penyakit, Pria Ini Rudapaksa Gadis 12 Tahun, Pelaku adalah Warga Pendatang

Diakui IW, kejadian itu berawal saat dirinya dibawa oleh dua orang wanita yang diduga suruhan oknum kades tersebut, ke sebuah kebun sawit.

"Datuk Hazri menarik tangan saya dengan kasar memaksa menarik saya masuk kedalam kebun sawit. Setelah sampai dalam kebun datuk Hazri memaksa memeluk saya, saya melawan sambil menerjang di dalam kebun sawit yang sepi tidak ada orang yang bisa menolong saya," ungkapnya.

"Ahirnya datuk Hazri berhasil memeluk badan saya dengan kuat sambil menjatuhkan badan saya ketanah. Datuk Hazri mendekap badan saya, sambil membuka celana panjang dan celana dalam saya, saya memberontak sambil menangis sehingga datuk Hazri berhasil memperkosa saya," sambungnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Jambi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas