Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Markus Bertarif Rp 1,5 Miliar, Saksi Suhadi dan Ikhsan Tawarkan Rp 5 Miliar ke Hermansyah Hamidi

Sebut uang jasa Rp 1,5 miliar, saksi Ikhsan Nurjana sebut saksi Suhadi minta jadi Rp 5 miliar karena terdakwa Hermansyah Hamidi kaya.

Markus Bertarif Rp 1,5 Miliar, Saksi Suhadi dan Ikhsan Tawarkan Rp 5 Miliar ke Hermansyah Hamidi
Tribun Lampung
Sejumlah saksi saat berikan keterangan pada sidang lanjutan perkara suap fee proyek jilid II Lampung Selatan dengan terdakwa Hermansyah Hamidi dan Syahroni di Ruang Bagir Manan, Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (21/4/2021). Tarif Markus Rp 1,5 Miliar, Saksi Suhadi dan Ikhsan Tawarkan Rp 5 Miliar ke Hermansyah Hamidi 

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG -- Seorang pengacara disebut meminta uang Rp 5 miliar kepada pengusaha.

Dugaan terjadinya makelar kasus (markus) dugaan suap fee proyek Lampung Selatan.

Sebut uang jasa Rp 1,5 miliar, saksi Ikhsan Nurjana sebut saksi Suhadi minta jadi Rp 5 miliar karena terdakwa Hermansyah Hamidi kaya.

Hal ini diungkapkan oleh Ikhsan Nurjanah suplayer material Mixing Plan PT Lampung Energi Adiyama dalam sidang suap fee proyek Lampung Selatan jilid II di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Terpidana Korupsi e-KTP Markus Nari Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

"Jadi begini, saya kenal Hermansyah pada bulan juni 2020, dikenalkan oleh Irfan Nuranda Jafar, dan disampaikan masalah Lamsel, lalu pak Suhadi menyampaikan siap menjadi kuasa hukumnya teknisnya setelah bertemu dengan Hermansyah," kata Ikhsan.

Namun saat pertemuan kedua bersama denga Hermansyah, Ikhsan mengatakan, jika Irfan meminta solusi jalan keluar selain Suhadi menjadi Lawyer tetapi upaya agar Hermansyah tak jadi tersangka.

Baca juga: 8 Tahun Cerai dari Markus Horison, Kiki Amalia Pakai Cara Ini untuk Salurkan Hasrat Seksual

"Pak Suhadi menyanggupi karena dia pernah cerita kalau ada teman polisi namanya Irhani kerja di KPK," paparnya.

Setelah pertemuan tersebut, Ikhsan mengaku mendapat transferan uang dari Irfan untuk datang ke Jakarta.

"Pertemuan di sana saya sampaikan untuk melalui pak Agung, saya kenal dia dua tahun lalu, dia punya agensi mengurusi segala hal dulu kerja di BIN," sebutnya.

Baca juga: Shin Tae-yong tak Sentuh Progran yang Ada di Timnas Indonesia U-16 kata Markus

"Terus bagaimana bisa keluar tarif itu?" tanya JPU KPK Taufiq Ibnugroho.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Lampung
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas