Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sate Beracun

Fakta Baru NA Si Pengirim Sate Beracun, Ditangkap di Hari Ulang Tahun Hingga Dikabarkan Nikah Siri

NA, wanita pengirim sate beracun yang menyebabkan tewasnya seorang bocah di Bantul, Yogyakarta ditangkap polisi di hari ulang tahunnya.

Fakta Baru NA Si Pengirim Sate Beracun, Ditangkap di Hari Ulang Tahun Hingga Dikabarkan Nikah Siri
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021) 

Terkait status pernikahannya ini, Tribun belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Tomy yang disebut sebagai suami siri NA.

Sosok NA

NA dikenal sebagai sosok yang baik oleh lingkungan tempat tinggalnya baik di Yogyakarta maupun Majalengka, Jawa Barat.

Ketua RT 03, Cempokojajar, Srimulyo, Piyungan, Agus Riyanto mengatakan NA adalah sosok yang baik.

Pria 40 tahun itu pun sempat kaget atas kasus yang menimpa NA.

Ia tidak menyangka NA bisa melakukan hal tersebut.

"Ya sempat kaget, karena kan mbak NA orang baik. Setahu saya kerjanya di kosmetik, bukan di salon. Karena kesibukannya, jadi jarang berkomunikasi dengan warga. Kemarin waktu menempati rumah pertama juga mengundang warga, untuk minta doa," ujarnya dilansir dari kompas.com.

Hal senada diungkapkan Eni Wulandari (50), tetangga samping rumah NA di Bantul.

Menurut Eni, NA dikenal baik dan mau bergaul dengan tetangganya.

Baca juga: Pengirim Sate Beracun Disebut Sebagai Istri Siri dari Target Pembunuhan

Hanya saja dia maklum kesibukannya yang bekerja dari pagi hingga malam membuat kurang bergaul.

Setiap hari berangkat pukul 09.30 WIB pulang 21.30 WIB.

"Setahu saya Mbak Nana (panggilan NA di rumah) kerja di kosmetik pulangnya malam. Berangkat pagi pulangnya malam," kata Eni.

Diakuinya, NA tergolong baik dengan tetangga sekitar.

Meski diakuinya, usianya masih muda dan bekerja dari pagi sampai malam sehingga jarang bergaul.

Eni mengaku sering berkomunikasi dengan NA melalui gawai seperti telepon maupun aplikasi.

"Dia mau sosialisasi ikut di kampung tapi karena kesibukannya. Ikut arisan tapi memang enggak bisa berangkat. Ikut tiga kali ini," ucap Eni.

Baca juga: Sosok NA Pengirim Sate Beracun Sianida di Bantul, Dikenal Pendiam dan Jarang Cerita Soal Asmara

Dilansir dari Tribunjabar.id, Opan Sopandi (43) tetangga NA di kampung kelahirannya di Majalengka mengungkap wanita berusia 25 tahun tersebut merupakan sosok yang hangat.

Meskipun jarang pulang dan ketika pulang relatif singkat, NA terbilang ramah dengan para tetangganya itu.

"Teh NA itu orangnya someah (ramah) kalau pulang, ya biasa, nyapa gitu. Sama anak-anak kecil juga suka ngasih uang," ujar Opan Sopandi saat berbincang dengan Tribun, Selasa (4/5/2021).

Namun, Opan mengaku tidak mengetahui secara terperinci aktivitas NA di Bantul, tempat merantaunya itu.

Begitu juga dengan sifatnya saat berada di Bantul.

"Yang pasti, kalau di sini mah someah. Tahunya Teh NA di sana teh, kerja. Tapi enggak tau, kerja apanya mah," jelas dia.

Sementara Maman, ayah NA mengatakan NA merupakan sosok gadis yang tertutup.

Jarang dirinya atau anggota keluarga lainnya mendapatkan curahan hati dari NA ketika berada di rumah.

"Tidak (cerita cinta dengan polisi), orangnya pendiam soalnya. Kalau di rumah diam saja, di rumah paling 3 hari terus berangkat lagi ke Yogyakarta," ucap Maman. (kompas.com/ tribunjogja.com/ tribunjabar.id/ Eki Yulianto/ Christi Mahatma Wardhani/ Markus Yuwono)

Sebagian dari artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Ketua RT Ungkap Tentang Status NA, Wanita Pengirim Sate Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul

Ikuti kami di
Penulis: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas