Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tuding Pemerintah Rendahkan dan Ingin Hilangkan Orang Asli Papua, Pria di Mimika Diciduk Polisi

Seorang pria bernama Harun Gobai (32) harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Tuding Pemerintah Rendahkan dan Ingin Hilangkan Orang Asli Papua, Pria di Mimika Diciduk Polisi
TribunPapu/Istimewa
Satgas Siber Ops Nemangkawi menangkap pemilik akun Facebook Enago Womaki, penyebar ujaran kebencian soal Papua. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria bernama Harun Gobai (32) harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Warga Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua itu ditangkap lantaran menyebarkan tulisan provokasi tentang Papua.

Harun diciduk Satgas siber Ops Nemangkawi pada Rabu (6/5/2021) pukul 21.15 WIT.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamakkan sebuah ponsel Samsung milik pelaku.

Melalui rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis (6/5/2021), Harun terlacak mengunggah tulisan provokasi tentang Papua.

Baca juga: Pimpinan Kelompok Negara Republik Federal Papua Barat Beserta 17 Anggotanya Kembali ke Pangkuan NKRI

Harun melalui akun Facebook Enago Womaki pada 20 April 2021 lalu, mengunggah tudingan Pemerintah Indonesia memandang rendah orang Papua.

Bahkan ia menyebut pemerintah ingin menghilangkan Orang Asli Papua (OAP) dari Bumi Cendrawasih.

Tidak hanya itu, di tahun sebelumnya 26 Juli 2020, Harun Gobai juga mencuitkan tentang pemerintah memberikan Otonomi Khusus (Otsus) karena tak mampu selesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua.

Tindakan ini pun berbuah sanksi atas pelanggaran tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana tertuang dalam pasal 45 a ayat (2) jo pasal 28 ayat 2 UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no 11 tahun 2008.

Yang berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang di tunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras, dan antar golongan (SARA)."

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Endra Kurniawan
Sumber: Tribun Papua
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas