Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Wali Kota Bekasi Masih Kaji Kebijakan Larangan Mudik Lokal Jabodetabek 2021

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi masih mengkaji kebijakan larangan mudik lokal bagi warga Jabodetabek.

Wali Kota Bekasi Masih Kaji Kebijakan Larangan Mudik Lokal Jabodetabek 2021
Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
ilustrasi 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi masih mengkaji kebijakan larangan mudik lokal bagi warga Jabodetabek.

"Makanya ini saya mau rapatin dulu, karena saya belum baca semua isinya (kebijakan larangan mudik lokal)," kata Rahmat, Jumat (7/5/2021).

Secara kasar, dia menafsirkan kebijakan larangan mudik lokal warga Jabodetabek ini berkaitan dengan kegiatan halal bi halal saling datang ke rumah sanak saudara.

Baca juga: Berdalih Antar Parsel, Mobil Pemudik Diminta Putar Balik di Posko Jatiuwung Tangerang

"Kemungkinan kecil enggak diperbolehkan. Tapi saya lagi mau bahas ini, kan baru dapat perintahnya semalam," tuturnya.

Terkait dengan mobilitas pekerja dari Bekasi hendak ke Jakarta, Rahmat masih mengkaji lebih dalam lagi bagaimana teknis penerapan larangan berlaku.

"Kalau sudah dibilang enggak boleh ya kita harus tunduk. Saya saja kalau mau ke Jakarta harus swab antigen, kan sama saja," ucapnya.

Baca juga: Kodam Jaya Tangkap Penyebar Video Hoax Tank TNI Lakukan Penyekatan Mudik, Pelaku Minta Maaf

"Nah syarat itunya yang mau kami kaji dulu. karena kan baru (tahun kebijakan larangan mudik lokal), tapi kita pemda patuh saja kalau untuk kemaslahatan," tuturnya.

Penyekatan Kendaraan di GT Bekasi Barat, Kamis (6/5/2021). 
Penyekatan Kendaraan di GT Bekasi Barat, Kamis (6/5/2021).  (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, mudik di dalam wilayah aglomerasi (pemusatan kawasan tertentu) dilarang dilakukan pada 6-17 Mei 2021.

Akan tetapi, pemerintah masih memperbolehkan beroperasinya kegiatan sektor esensial di wilayah aglomerasi.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas