Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pria di Kupang Bunuh Tetangganya Karena Takut Terkena Sanksi Adat, Awalnya Pelaku Kedapatan Mencuri

Bernat Faot alias BF meninggal dunia diserang secara membabi buta oleh pencuri di Desa Fatukanutu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pria di Kupang Bunuh Tetangganya Karena Takut Terkena Sanksi Adat, Awalnya Pelaku Kedapatan Mencuri
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung (kiri) saat memberikan keterangan pers di Mapolres Kupang. 

Laporan wartawan Poskupang.com, Irfan Hoi

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Bernat Faot alias BF meninggal dunia diserang secara membabi buta oleh pencuri di Desa Fatukanutu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/5/2021) sore.

Pelaku diketahui bernama Romelos Agustinus Taraen (51) alias RAT.

Pembunhan terjadi karena pelaku panik karena tepergok mencuri oleh korban.

Kapolres Kupang AKBP Aldinan Manurung, mengatakan pelaku membunuh korban karena ketakutan terkena sanksi adat setelah kedapatan mencuri.

"Di sana ada sanksi adat kalau ketahuan mencuri, mungkin ketatukan. Sanksi adat harus bayar sapi 5 ekor, mungkin itu yang membuat dia dalam suasana ketakutan dan melakukan tindakan pidana," kata AKBP Aldian Manurung di Mapolres Kupang, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Pria 41 Tahun di Kupang Bunuh Gadis lalu Disetubuhi, Mayat Ditemukan Membusuk, Ini Kronologinya

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Aldinan, pelaku tidak ada dendam atau perencanaan sebelum melakukan tindakan tersebut.

Namun, di wilayah tersebut bila ada kasus pencurian maka akan dikenakan sanksi adat sehingga tindakan dari pelaku terjadi akibat panik karena ketahuan mencuri.

Karen merupakan secara spontanitas, pelaku dijerat dengan pasal 338 ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara tentang penganiayaan mengakibatkan seseorang meninggal.

Baca juga: Pesan Gubernur NTT ke KSOP Kupang: Digitalisasi Pelabuhan Penting untuk Kemajuan Ekonomi

Sebelumnya, pelaku RAT ditangkap aparat kepolisan dari Polsek Kupang Timur dan Polres Kupang sekira pukul 19.30 Wita di rumahnya.

Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas