Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ciri-ciri Mayat Bertato Kalajengking yang Ditemukan di Bukit Gombel Lama Semarang 

Polisi merinci identitas korban laki-laki, usia sekira 32 tahun, tinggi badan 170 sentimeter, tubuh kurus. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Ciri-ciri Mayat Bertato Kalajengking yang Ditemukan di Bukit Gombel Lama Semarang 
Istimewa
Kondisi mayat pria tak dikenal yang ditemukan di belakang rumah kosong milik warga di RT 2 RW 6 Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Iwan Arifianto

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Polisi telah memeriksa kondisi mayat pria tak dikenal yang ditemukan di belakang rumah kosong milik warga di Bukit Gombel Lama RT 2 RW 6 Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/5/2021).

Hasilnya selepas diidentifikasi sidik jari  tak muncul data kependudukan korban. 

Polisi merinci identitas korban laki-laki, usia sekira 32 tahun, tinggi badan 170 sentimeter, tubuh kurus. 

Pakaian terakhir celana jeans hitam, kaus biru dan ada tato di punggung kanan berbentuk kalajengking.

Di tubuh korban tidak ditemukan identitas diri yang diperkirakan sebagai gelandangan dan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas tidak ditemukan bekas kekerasan.

Informasi yang dihimpun korban diperkirakan jatuh terpeleset dari tebing di Gombel Lama. 

Baca juga: Ditemukan Parang di Dekat Mayat Pengusaha Koperasi di Jambi

Rekomendasi Untuk Anda

Diberitakan sebelumnya, mayat pria tak dikenal ditemukan di belakang rumah kosong di RT 2 RW 6 Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (27/5/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Mayat itu ditemukan dengan posisi tertelungkup.

Mengenakan pakaian kaus hitam dan celana hitam serta sepasang sandal japit.

Diduga mayat jatuh dari tebing setinggi 15 meter wilayah Gombel Lama.

Saksi mata Sutijah mengatakan, mendengar suara orang merintih ketika hendak makan siang.

Selepas dicari di sekeliling rumahnya tak menemukan sumber suara.

"Saya mau makan siang kog dengar suara aduh-aduh tak cari-cari ga ketemu," ungkapnya kepada Tribunjateng.com.

Bersama tetangga lainnya terus mencari sumber suara tersebut hingga mereka menyimpulkan suara rintihan orang merintih disertai minta tolong berasal dari belakang rumah kosong milik Sumiyati (58).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas