Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cinta Ditolak Air Keras Disiramkan, Guru TK Itu Kini Terancam Kebutaan

Diduga karena cintanya bertepuk sebelah tangan, seorang pria menyiram air keras ke seorang wanita yang menolak cintanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Cinta Ditolak Air Keras Disiramkan, Guru TK Itu Kini Terancam Kebutaan
Edo Pramadi/Tribun Sumsel
Meli Handayani S.Pd. AUD, guru TK di Kabupaten OKU Timur jadi korban penyiraman cuka parah atau air keras. 

TRIBUNNEWS.COM, OKU TIMUR -- Diduga karena cintanya bertepuk sebelah tangan, seorang pria menyiram air keras ke seorang wanita yang menolak cintanya.

Peristiwa tersebut menimpa seorang guru TK bernama Meli Handayani di OKU Timur, Sumatera Selatan.

Akibat kejadian tersebut Meli terancam mengalami kebutaan.

Peristiwa tersebut sempat viral di Facebook.

Hasil penelusuran reporter Sripoku.com, korban merupakan guru TK Darussalam di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Belitang II, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Baca juga: Diduga ODGJ, Seorang Anak di Lampung Tega Bacok dan Siram Ibu Kandung dengan Air Panas

Adapun, kejadian disiram air keras dialami korban saat sedang pulang mengajar pada Senin (31/5/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

Pelaku diduga adalah pria yang menyukai korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, cinta pria tersebut ditolak korban.

Baca juga: Cekcok, Sopir di Jatinegara Siram dan Bakar Teman Seprofesi, Dumarisop Luka Bakar 40 Persen

Diketahui, korban berstatus janda dengan satu orang anak.

Dalam kesehariannya, korban dikenal tidak pernah menjalin hubungan asmara dengan siapapun semenjak menjanda.

"Apalagi dia itu guru di TK Islam jadi benar-benar menjaga diri. Agamanya kuat," kata tetangga korban yang tidak mau disebutkan namanya.

Insiden guru wanita disiram air keras membuat korban mengalami luka di bagian wajah.

Korban pun dirawat di Rumah Sakit Umum Sriwijaya Bagian Mata Palembang.

Saat ini, keluarga korban sudah membuat laporan di Polsek Belitang II, OKU Timur.

Kabid Paud Diknas OKU Timur, Asnari mengatakan, hal yang dilakukan pelaku sudah tidak memiliki rasa perikemanusiaan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas