Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tak Terima Dilarang Pergi Main, Pria di Pringsewu Aniaya Istri Hamil 9 Bulan Hingga Babak Belur

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Tak Terima Dilarang Pergi Main, Pria di Pringsewu Aniaya Istri Hamil 9 Bulan Hingga Babak Belur
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi: Seorang pria di Pringsewu, Lampung tega menganiaya istrinya yang sedang hamil 9 bulan. 

TRIBUNNEWS.COM, PRINGSEWU - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

R alias Rohim (30) warga Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, tega menganiaya istrinya Eti Kusti Lestari (27) hingga babak belur.

Ironisnya, korban disiksa suaminya saat sedang hamil sembilan bulan.

Pemicu penganiayaan tersebut pun sepele.

Pelaku emosi setelah dirinya dilarang pergi main oleh korban.

Kepala Polsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri mengatakan, pelaku yang tidak terima dilarang main ini lantas menganiaya korban.

Baca juga: 4 Pemuda Mabuk Setubuhi Gadis 15 Tahun di Pringsewu, Korban Sempat Melawan namun Tak Berdaya

"Menurut korban, pelaku ini sering pergi main dan pulang setiap pagi hari. Jadi korban berusaha melarang kebiasaan suaminya itu," kata Atang mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu (2/6/2021).

Peristiwa KDRT tersebut terjadi Rabu (4/3/2020) pukul 16.30 WIB silam.

Kemudian korban pun melaporkan kekerasan yang dilakukan suaminya ke Polsek Pringsewu Kota.

Diketahui setelah kejadian tersebut, pelaku R menghilang dari Kabupaten Pringsewu.

Baca juga: 2 Jam Gelar Operasi Yustisi di Pringsewu Lampung, 45 Warga Kedapatan Tak Pakai Masker

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas