Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Diduga Berawal Acara Keagamaan, Muncul Klaster Baru Covid-19 di Ngrangsan Sleman, 36 Orang Positif

Kasus penularan di Ngrangsan bermula ketika ada 3 orang dari satu keluarga ada yang sakit dan dibawa ke rumah sakit pada 2 Juni

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Diduga Berawal Acara Keagamaan, Muncul Klaster Baru Covid-19 di Ngrangsan Sleman, 36 Orang Positif
Freepik
ilustrasi virus corona -Setelah terjadi di Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Ngaglik kini temuan klaster keluarga juga muncul di Ngrangsan, Selomartani, Kapanewon Kalasan Sleman 

Alhasil, warga di Padukuhan Ngrangsan, yang sudah dinyatakan positif totalnya 36 orang yang tersebar di satu Rukun Warga (RW) satu. 

Nur Widayati memastikan penularan kasus ini berawal dari keluarga.

Baca juga: Update Corona 11 Juni 2021: Kasus Meninggal Dunia Bertambah 193 Orang dalam Sehari

"Ini klaster keluarga. Tapi menyebarnya di acara Yasinan itu," tuturnya.

Warga yang dinyatakan positif, 8 orang dibawa ke selter Rusunawa Gemawang. 4 di rumah sakit dan sisanya Isolasi mandiri.

Untuk menekan laju penularan, pembatasan aktivitas sosial diberlakukan di Padukuhan tersebut.

"Kita tidak lockdown. Tapi aktivitas sosial kita batasi semua. Kita juga sudah bentuk posko darurat," kata dia. 

Panewu Kalasan, Siti Angraeni mengungkapkan, warga Ngrangsan yang meninggal dunia, berusia lanjut (lansia).

Rekomendasi Untuk Anda

Proses pemakaman juga sesuai dengan prokes.

Pandemi corona hingga kini belum berakhir. Sementara itu, waktu terus bergulir, anak-anak akan bertambah usia. Sebagai orang tua harus memikirkan tumbuh kembang anak, salah satunya adalah masalah pendidikan anak. Sebagai orangtua harus memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berikut tips memilih sekolah terbaik untuk anak seperti akreditasi sekolah, rekam jejak sekolah, jarak sekolah, sistim program belajar, dan lingkungan sekolah apalagi mencari sekolah di masa pandemi harus selektif. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Pandemi corona hingga kini belum berakhir. Sementara itu, waktu terus bergulir, anak-anak akan bertambah usia. Sebagai orang tua harus memikirkan tumbuh kembang anak, salah satunya adalah masalah pendidikan anak. Sebagai orangtua harus memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berikut tips memilih sekolah terbaik untuk anak seperti akreditasi sekolah, rekam jejak sekolah, jarak sekolah, sistim program belajar, dan lingkungan sekolah apalagi mencari sekolah di masa pandemi harus selektif. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Ia mengimbau, kepada warga masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan disetiap kegiatan.

Menurutnya, vaksinasi bukan satu-satunya pelindung. 

"Sudah divaksin bukan berarti boleh melanggar prokes. Covid-19 ini masih ada.

Kita tetap harus mematuhi Protokol Kesehatan dengan Ketat. Mudah-mudahan masyarakat memahami ini," kata dia. (rif)
 

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul BREAKING NEWS: Klaster Keluarga Muncul di Ngrangsan Sleman, 36 Orang Positif, 1 Meninggal Dunia

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas