Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Sasar Guru PAUD Untuk Prioritas Vaksinasi

Upaya percepatan vaksinasi kepada seluruh warga masyarakat kota Semarang terus diupayakan wali kota Hendrar Prihadi.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Sasar Guru PAUD Untuk Prioritas Vaksinasi
Istimewa
Walikota Semarang Hendrar Prihadi. 

TRIBUNNEWS.COM - Upaya percepatan vaksinasi kepada seluruh warga masyarakat kota Semarang terus diupayakan Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Di hadapan Ketua dan Pengurus Tim Penggerak PKK, FPP dan Guru PAUD, Kamis (17/6) dirinya menuturkan jika guru-guru PAUD menjadi salah satu prioritas pihaknya untuk memperoleh vaksinasi.

Dalam acara yang dihadiri Krisseptiana Hendrar Prihadi selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang beserta pengurus, penilik pos PAUD, FPP Kota Semarang dan kader PKK, Wali kota yang akrab disapa Hendi mengungkapkan bahwa kata kunci dalam menghadapi Covid-19 ada dua, yaitu protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Saat ini memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Maka di sini Saya minta peran aktif dari ibu-ibu PKK dan guru-guru PAUD untuk memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan," ujar Hendi.

Dirinya lebih lanjut menuturkan jika vaksinasi menjadi langkah penting berikutnya guna menekan laju persebaran Covid-19. Hendi pun berharap agar yang terlibat dalam Pos PAUD juga dapat menjadi prioritas dalam pemberian vaksinasi. "Bagi guru maupun pengurus pos PAUD yang belum vaksin, tulis nama, alamat dan nomor KTP serahkan ke PKK dengan Bu Tia, nanti Saya komunikasikan ke Dinas Kesehatan untuk prioritas vaksin lebih dulu," tutur Hendi.

Namun dirinya kembali mengingatkan jika vaksinasi bukan lantas membuat seseorang kebal terhadap Covid-19. Hendi menambahkan ada sekitar 8 persen orang yang sudah divaksin terkena Covid-19. "Karena sudah divaksin, kemudian merasa kebal dan mengabaikan protokol kesehatan, sehingga akhirnya terkena Covid-19," imbuhnya.

Hendi juga mengungkapkan jika pihaknya akan menambah tempat tidur bagi penderita Covid-19. "Dari 1.717 tempat tidur yang ada, sementara sudah ada 1.539 pasien, maka jumlah tempat tidur bagi penderita Covid-19 semakin menipis. Jadi Insyaa Allah mulai minggu depan akan kita siapkan tambahan 500 tempat tidur," pungkasnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas