Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dalam 4 Hari, 140 Preman dan Pelaku Pungli Diamankan dari 64 Lokasi di Lampung 

Setelah menjalani pemeriksaan, 9 orang dinyatakan dalam proses penyidikan sisanya 131 orang dalam proses pembinaan.

Dalam 4 Hari, 140 Preman dan Pelaku Pungli Diamankan dari 64 Lokasi di Lampung 
tribunlampung.co.id/hanif mustafa
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad . 

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 140 preman dan pelaku pungli diamankan dari 64 lokasi di wilayah hukum Polda Lampung.

Ratusan preman dan pelaku pungli tersebut diamankan dalam operasi yang digelar pada 11-14 Juni 2021 lalu.

Penindakan ini dilakukan sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tentang penindakan pelaku premanisme dan pungutan liar.

Baca juga: Geger Rumor Tuyul di Sragen, Uang Warga Hilang Misterius Tiap Ada Bau Busuk

"Setelah menjalani pemeriksaan terhadap seluruh preman dan pelaku pungli yang diamankan itu, sebanyak 9 orang dinyatakan dalam proses  penyidikan. Selebihnya yaitu 131 orang dalam proses pembinaan," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Sabtu (19/6/2021).

Pandra menyebutkan, pihaknya terus melakukan razia preman dan pelaku pungli guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Pihaknya memastikan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi oknum-oknum yang melakukan aksi pungli dan premanisme di Lampung.

Baca juga: Kisah Hariadi Saptono, Tokoh Dibalik Gibran Dapat Restu dari Megawati di Pilkada Solo 

Pandra mengatakan, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno sudah menginstruksikan kepada kapolres dan jajaran untuk melakukan penangkapan preman dan pelaku pungli.

Hal itu bertujuan untuk memberangus dan membuat efek jera para preman dan pelaku pungli.

"Saat ini operasi pemberantasan preman dan pungli masih terus berlanjut," kata Pandra.

Oleh karena itu, lanjut Pandra, pengaduan maupun informasi sekecil apa pun dari masyarakat sangat berguna bagi kepolisian untuk dapat melakukan suatu tindakan, baik dengan upaya-upaya pre-emtif, preventif maupun represif.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas