Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Warga Kutai Olah Sampah Limbah Plastik Jadi Paving Block

Mengolah sampah menjadi berkah bagi warga dan merupakan salah satu motivasi agar warga menjadi mandiri dalam pengelolaan sampah. 

Warga Kutai Olah Sampah Limbah Plastik Jadi Paving Block
screenshot
Bank sampah Mandiri Desa Suka Maju Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga mulai sadar untuk mengolah sampah mandiri dengan cara mendirikan Bank Sampah

Semua itu demi lingkungan yang hijau dan bersih dari sampah.

Mengolah sampah menjadi berkah bagi warga dan merupakan salah satu motivasi agar warga menjadi mandiri dalam pengelolaan sampah

Bank sampah Mandiri Desa Suka Maju Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara adalah penggagas berdirinya program tersebut dan program ini salah satu program DMPA (Desa Makmur Peduli Api) yang dibina oleh PT. Sumalindo Hutani Jaya II (SHJ II) dimana Program yang didukung berupa pembangunan Workshop Bank Sampah.

Dengan adanya pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, penyerapan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang. 

Rata-rata sampah yang terkumpul di Bank Sampah Mandiri mencapai 1.180 Kg per bulan dari sekitar 200 nasabah aktif yang juga warga sekitar.

Baca juga: Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Penanganan Limbah Sampah Medis Agar Tidak Menjadi Bom Waktu

Bank Sampah ini sebaiknya dimaksimalkan penyerapannya pada lingkup rumah tangga karena sebagian sampah itu bermanfaat. Seperti contoh sampah organik yang sudah dipilah bisa dijadikan kompos dan bermanfaat untuk penghijauan daerah sekitar.

Yayuk Sehaty (45) Ketua BSM, mengatakan awal berdiri BSM mereka melihat di sana-sini terdapat banyak sampah plastik yang berantakan dan berserakan di sekitar apalagi setelah kegiatan hajatan atau acara-acara dan mereka mempunyai inisiatif bersama anak-anak muda karang taruna membuat bank sampah dan saat ini sudah terkumpul banyak bahan baku dan dari bahan baku itulah awal mula terbentuknya bank sampah.

Bank sampah dipergunakan untuk membuat produk seperti lampion, kerajinan/cinderamata dan juga membuat paving block dari limbah plastik dan produk paving block ini sudah berjalan sesuai dengan keinginan dan sekarang dilingkungan sekitar tidak ada lagi sampah yang terbuang, semua sampah yang bisa dilebur digunakan dalam bahan baku paving block.

Halaman
12
Penulis: Sanusi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas