Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

RS Kewalahan Hadapi Lonjakan Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Komunikasi: Pasien Cenderung Sensitif

Dewan Pakar IAKMI menjelaskan tiga hal yang harus diantisipasi ketika rumah sakit kewalahan menghadapi lonjakan kasus Covid-19

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in RS Kewalahan Hadapi Lonjakan Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Komunikasi: Pasien Cenderung Sensitif
(TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)
Suasana tenda darurat RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dipenuhi pasien Covid-19 yang membeludak, Kamis (24/6/2011). 

Misalnya, informasi tentang fasilitas internal dalam RS, dan juga informasi eksternal dengan RS lain.

Dengan begitu, maka pasien mudah dirujuk ke rumah sakit lain jika ingin segera ditangani.

"Walaupun nakes di RS sudah berjuang keras, tetapi pemerintah harus concern juga ke tiga kebutuhan ini di depan."

"Supaya tidak ada lagi orang-orang yang 'terlantar' atau tidak tertangani secara komunikasi," jelasnya.

Pasien Melonjak, RSUD Kota Bekasi Tambah Tenda Darurat

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi akan memperluas kapasitas tenda darurat.

Keputusan ini disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi setelah meninjau langsung rumah sakit tersebut pada Sabtu (26/6/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

"Upaya-upaya dalam peningkatan kapasitas pelayanan kita telah memasang tenda, setelah saya evaluasi ternyata memang kapasitas kita tidak akan pernah selesai (mencukupi)," kata Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi.

Baca juga: RSUD Kota Bekasi Bangun Lima Tenda Darurat Tambahan di Parkiran Mobil

Pepen mengaku telah menginstruksi direksi RSUD Kota Bekasi, Dinkes serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi agar menambahkan kapasitas dengan membangun tenda kembali.

"Saya sudah sampaikan ke Dinkes, ke RSUD untuk memasang tenda lagi, jadi nanti parkiran kita tutup, sehingga ini (parkiran kendaraan mobil) full tambahan tenda," jelas Pepen.

RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi kata dia, merupakan rumah sakit rujukan utama penanganan pasien Covid-19 di Provinsi Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat ditemui di Mapolrestro Bekasi Kota, Rabu (12/5/2021)
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat ditemui di Mapolrestro Bekasi Kota, Rabu (12/5/2021) (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Warga yang dirawat di RSUD Chasbullah Abdulmadjid tidak hanya berasal dari wilayah setempat.

Tetapi mereka berdomisili dari beberapa daerah di sekitar Kota Bekasi.

"Saya cek ke dalam memang 30 persen warga yang ada di dalam (pasien RUSD) warga non-KTP Kota Bekasi," jelas dia, dikutip dari Tribun Jakarta.

Namun, dia belum dapat menjelaskan secara detail, berapa kapasitas tenda darurat tambahan yang akan disiapkan.

Baca juga: Fakta Covid-19 Mengganas di Bekasi: Sempat Ada Penumpukan Jenazah, Gali Makam Pakai Alat Berat

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas