Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Oknum Guru Sebar Video Hoaks Kericuhan PPKM, Iseng untuk Tambah Viewer, Ternyata Ambil dari YouTube

Seorang oknum guru menyebarkan video hoaks adanya kericuhan saat PPKM. Setelah ditangkap, pelaku mengaku hanya iseng untuk tambah viewer.

Oknum Guru Sebar Video Hoaks Kericuhan PPKM, Iseng untuk Tambah Viewer, Ternyata Ambil dari YouTube
Tribunlampung.co.id / Joeviter
Polda Lampung Tetapkan Oknum Guru Metro Jadi Tersangka Penyebar Video Hoax. oknum guru Metro ambil bahan video hoaks dari kanal Youtube dan disebar dengan lokasi di Terminal Metro. 

TRIBUNNEWS.COM- Seorang oknum guru menyebarkan video hoaks adanya kericuhan saat PPKM.

Setelah ditangkap, pelaku mengaku hanya iseng untuk tambah viewer.

Video ternyata diambil dari kanal YouTube.

Seorang oknum guru bernama Guntoro (50) mengunggah video kericuhan di masa PPKM Darurat wilayah Metro.

Video tersebut diunggah di akun Facebook miliknya yani Guntoro21.

Dalam unggahannya, Guntoro menyematkan lokasi terminal Metro Pusat.

Guntoro lalu diamankan pihak kepolisian pada Jumat (16/7/2021) malam.

Kini warga Yosodadi, Metro Timur, Kota Metro tersebut ditetapkan menjadi tersangka.

Baca juga: Oknum Guru di Lampung Jadi Tersangka Penyebar Video Hoaks Kericuhan di Masa PPKM Darurat

Baca juga: Polisi Gencarkan Patroli Siber Cegah Hoaks di Medsos Selama PPKM Level 4

Baca juga: Dokter Reisa Sebut Ada 5000 Hoaks Tersebar Selama Pandemi, Salah Satunya Bahaya Masker untuk Anak

Polda Lampung telah menetapkan oknum guru Metro jadi tersangka penyebar video hoax kerusuhan di terminal Metro.
Polda Lampung telah menetapkan oknum guru Metro jadi tersangka penyebar video hoax kerusuhan di terminal Metro. (Tribunlampung.co.id/Joviter)

"Setelah mendapat banyak laporan dari warga, akhirnya kami bersama Polres Metro melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka, Jumat malam kemarin," kata Dirkrimus Polda Lampung Polda Lampung Kombes Pol Arie Rachman Nafarin, Kamis (22/7/2021), mengutip Tribun Lampung.

Arie menyebut, video yang diunggah oleh pelaku bukan terjadi di kota Metro.

"Video keributan yang diunggah tersangka, kejadiannya bukan di Metro," kata Arie, mengutip Tribun Lampung.

Lebih lanjut, kata Arie, pelaku mengaku hanya iseng menyebarkan video tersebut.

Baca juga: Epidemiolog: PPKM Darurat Mustahil Turunkan Kasus, Jika Tidak Ada Strategi Esktrem Dari Pemerintah

Baca juga: Minta Pemerintah Evaluasi PPKM, PKS: Testing Terus Turun, Positivity Rate Tambah Tinggi

Baca juga: Anggota Komisi IX Minta Pemerintah Evaluasi PPKM dan Jangan Gonta-ganti Istilah

Pelaku menyebarkan video tersebut untuk menambah jumlah viewers di Facebook pribadinya.

"Tersangka mengaku iseng, hanya untuk menambah jumlah viewer video yang diunggah di akun Facebook pribadinya," kata Arie.

Kepada polisi pelaku mengaku mengambil video kerusuhan tersebut dari YouTube.

Pelaku awalnya melihat tayangan Satpol PP sedang ribut dengan warga di sebuah kanal YouTube.

Video tersebut lalu diunduh oleh pelaku kemudian diunggah di akun Facebook pribadinya.

Pelaku kemudian menyematkan lokasi terminal Metro Pusat.

"Waktu disebar tersangka menambahkan lokasi terminal Metro Pusat. Sehingga video itu seolah-olah benar terjadi di Metro," jelas Arie, dikutip Tribunnews dari Tribun Lampung.

Pelaku kini masih diamankan di Polda Lampung.

(Tribunnews/Miftah, Tribun Lampung/Muhammad Joviter)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas