Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Stok Vaksin Covid-19 di Daerah Menipis, DPR Minta Distribusi Dipercepat

Sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan beberapa daerah lainnya mengalami kekurangan stok vaksin. 

Stok Vaksin Covid-19 di Daerah Menipis, DPR Minta Distribusi Dipercepat
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas memeriksa kartu vaksinasi pengunjung yang akan memasuki Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/7/2021). Pasar Tanah Abang kembali dibuka mulai Senin (26/7), mengikuti penyesuaian aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang telah ditetapkan pemerintah dengan syarat seluruh pedagang, pegawai toko, dan pengunjung yang akan masuk sudah divaksin Covid-19 dan dibuktikan dengan menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Ratu Ngadu Bonu Wulla mendesak pemerintah pusat untuk segera mendistribusikan stok vaksin Covid-19 ke daerah-daerah yang nyaris kehabisan stok vaksin.

“Diharapkan, pemerintah bisa ekstra cepat mendistribusikan vaksin secara merata ke seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan, ke daerah-daerah terpencil,” kata Ratu Ngadu dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/7/2021).

Apalagi, saat ini sudah banyak kepala daerah yang mengeluh telah kehabisan stok atau persediaan vaksin. Sementara, permintaan warga untuk divaksin cenderung meningkat signifikan.  

Ratu Ngadu berharap demikian, lantaran beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengeluhkan kehabisan stok vaksin Covid-19.

Baca juga: Studi: Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Namun Booster Dapat Membantu

Kemungkinan, stok vaksin untuk dosis kedua baru akan datang pada Agustus 2021.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II ini khawatir jika distribusi vaksin terganggu, maka target herd immunity yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi akan terhambat. 

Baca juga: Menkes Akui Vaksinasi Covid-19 Lamban, Alasannya Stok Terbatas 

Sedangkan Jokowi menargetkan jika akhir Agustus 2021 pencapaian akan hal itu, khususnya di Pulau Jawa bisa selesai.

Baca juga: Vaksinasi Kurangi Risiko Gejala Berat hingga Kematian

Saat ini, ia melanjutkan, kondisi darurat dan tingkat kematian akibat Covid-19 masih tinggi karena banyak masyarakat yang belum divaksin. “

"Makanya, kita enggak boleh main-main dengan situasi pandemi saat ini, karena bisa melumpuhkan seluruh aspek kehidupan," ucapnya.

Ratu Ngadu pun berharap, dengan mempercepat pendistribusian vaksin dan terjadinya herd immunity akan bisa membantu masyarakat bangkit kembali dan memulihkan kehidupannya, termasuk juga pembangunan bisa kembali berjalan normal.

Sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan beberapa daerah lainnya mengalami kekurangan stok vaksin

Akibatnya, program percepatan vaksinasi terhadap masyarakat mengalami perlambatan.

Per 24 Juli 2021, data penerima vaksinasi dosis pertama di Indonesia telah mencapai 44.107.926 orang. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 17.475.996 orang

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas