Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Cerita Pasutri Dianiaya karena Dituduh Punya Ilmu Hitam, Sang Istri Meninggal akibat Penyiksaan

Akibat pengeroyokan, korban Yulina Hia meninggal dunia dan dikebumikan secara tidak wajar oleh para pelaku.

Cerita Pasutri Dianiaya karena Dituduh Punya Ilmu Hitam, Sang Istri Meninggal akibat Penyiksaan
Istimewa
Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK dalam konferensi pers yang juga menghadirkan 9 tersangka pengeroyokan pasutri yang dituding punya ilmu guna-guna. 

"Para tersangka dikenakan Pasal 170 ayat 2 dan 3 KUHP tentang melakukan kekerasan yang mengakibatkan luka berat atau mati atau pengeroyokan," sambungnya.

Akibat pengeroyokan keji itu, korban Anugrah Daeli mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih.

Sedangkan korban Yulina Hia meninggal dunia pada saat penyiksaan naas itu dan dikuburkan para pelaku secara tidak wajar di hutan.

Hingga polisi membongkar makam tersebut untuk membawa jenazah wanita itu untuk diperiksa.

Para pelaku dihadirkan Polres Pelalawan saat pers rilis di aula Mapolres, Minggu (1/8/2021).
Para pelaku dihadirkan Polres Pelalawan saat pers rilis di aula Mapolres, Minggu (1/8/2021). (Istimewa)

Sembilan pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokan ini, dua orang di antaranya berjenis kelamin perempuan.

Adapun identitas para pelaku yakni MH (35) yang merupakan kepala rombongan para pelaku maupun korban yang bekerja di area PT RAPP sektor Pelalawan TPK 17 line 39 di Desa Petodaan Kecamatan Teluk Meranti.

Kemudian JH (22), OWW (40), IL (34), BN (53), BH (36), dan JZ (45).

Lalu SG (34) dan WMN (28) yang merupakan tersangka wanita dalam perkara ini.

"Para tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun. Semua barang bukti sudah diamankan," ujar Kapolres Indra Wijatmiko.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Nardy Masry Marbun menambahkan, kasus pengeroyokan terjadi di camp yang merupakan tempat tinggal para pelaku dan korban selama bekerja.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas