Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Petani di Bandung Barat Temukan Ratusan Koin Zaman Hinda Belanda, Ternyata Segini Perkiraan Harganya

Petani di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menemukan ratusan keping koin kuno diduga uang zaman penjajahan Belanda.

Petani di Bandung Barat Temukan Ratusan Koin Zaman Hinda Belanda, Ternyata Segini Perkiraan Harganya
Hilman Kamaluddin/Tribun Jabar
Seorang warga saat menunjukan koin kuno yang ditemukan saat menggarap bekas sawah di Kampung Pangkalan Hilir, RT 02/09, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (4/8/2021). 

Warga menduga koin kuno tersebut memang peninggalan zaman Belanda karena di lokasi itu juga terdapat sebuah Pabrik Es milik orang Belanda.

Melihat petunjuk itu, warga menilai bahwa koin ini sengaja dikubur saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang.

"Mungkin peninggalan seorang tuan tanah atau pemilik pabrik es di sini, tapi sumber pastinya kami belum tahu," ucapnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Jepang Tunda Terbitkan Koin 500 Yen

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kampung Pangkalan Hilir Desa Cimanggu, Rosita Lesmana, menyebut uang koin yang diduga zaman Belanda tersebut akan dijual sebagian untuk kebutuhan pengembangan wisata.

"Kami akan sisakan untuk dipajang sebagai bukti di sini," kata Rosita.

Miliki Nilai Jual

Ratusan koin kuno peninggalan Belanda yang ditemukan warga di Kampung Pangkalan, RT 02/09, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ternyata masih memiliki nilai jual.

Pasalnya, koin tersebut memiliki nilai sejarah karena dalam koin tersebut tertulis " Nederlandsch INDIE " beserta satuan koin antara 2 1/2 Cent hingga 1 Cent yang lengkap dengan tahun pembuatan mulai dari paling tua 1837, hingga paling muda tahun 1914.

Dari ratusan koin itu, ada juga koin yang bertuliskan aksara pegon atau abjad Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa, Madura, dan Sunda.

Pecinta barang antik asal KBB, Dian Andrian mengatakan, koin seperti itu untuk saat ini masih banyak di pasaran dan dimiliki para kolektor, sehingga meski memiliki nilai jual, tetapi harganya belum terlalu mahal.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas