Tribun

Pesawat Hilang Kontak di Intan Jaya

Dewi Tak Menyangka Telepon Senin Malam Menjadi Percakapan Terakhir dengan Suaminya Utra Iswahyudi

Dewi mengaku kaget dan tak menyangka akan kehilangan Iswahyudi begitu cepat.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Dewi Tak Menyangka Telepon Senin Malam Menjadi Percakapan Terakhir dengan Suaminya Utra Iswahyudi
TribunKaltim.co/Dwi Ardianto
Anak almarhum Utra Iswahyudi didampingi adik Utra Iswahyudi membawa bingkai foto kenangan semasa hidupnya bersama sang istri Dewi Agustina di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Dewi Agustina (29) tak menyangka, percakapannya dengan sang suami Utra Iswahyudi (41), Senin (13/9/2021) malam menjadi percakapan terakhir baginya.

Utra Iswahyudi adalah salah satu teknisi pesawat yang menjadi korban jatuhnya pesawat Rimbun Air PK OTW di Sugapa, Papua.

"Malam itu dia telepon katanya habis pijat. Setelah itu ngobrol seperti biasa, nanyain anak. Terus bilang besok mau terbang lagi," kata Dewi saat ditemui di kediamannya di DAM, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Saat ini Dewi masih dalam kondisi shock.

Ia mengaku kaget dan tak menyangka akan kehilangan Iswahyudi begitu cepat.

Saat kejadian pesawat Rimbun Air jatuh, Dewi justru mendapat kabar dari tetangga.

Suaminya menjadi salah satu kru dalam penerbangan itu.

"Seharian saya memang tidak memantau berita. Jadi saya malah tahu ada kecelakaan pesawat dari tetangga dan teman," ujarnya.

Usai mendapat kabar mengenai jatuhnya pesawat, Dewi pun langsung berusaha menghubungi handphone sang suami.

Namun panggilan telepon ke handphone Iswahyudi berkali-kali tak juga tersambung.

Dewi menyebut, pertemuan terakhir dengan suami akhir bulan lalu.

Jika sesuai jadwal, sang suami harusnya berada di Balikpapan, 19 September ini.

"Jadwalnya off-nya tanggal 19 September nanti," tutur Dewi lirih.

Baca juga: Kopilot Rimbun Air Sempat Video Call dengan Istri Sebelum Pesawatnya Jatuh di Papua

Pesawat Rimbun Air PK OTW dipiloti Mirza dan Fajar sebagai co-pilot, hanya membawa Iswahyudi selaku teknisi.

Pesawat yang tengah membawa bahan bangunan tersebut, lepas landas dari Bandara Nabire pada pukul 06.40 WIT.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas