Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Indragiri Hilir Gagas Gerakan Satu Hati

Pemkab Indragiri Hilir menggagas Gerakan Satu Hati (GSH) yang melibatkan peran pemerintah, swasta dan masyarakat.

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Indragiri Hilir Gagas Gerakan Satu Hati
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PENCEGAHAN STUNTING - Kader Posyandu mengukur tinggi badan balita dalam pemeriksaan rutin satu bulan sekali di Taman Posyandu Delima, RW 03 Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, Kamis (19/12/2019). Setelah sukses mengoptimalisasikan Posyandu Balita untuk menurunkan angka stunting di Kota Malang dari 22 persen ke 17,8 persen, Pemkot Malang berencana mengembangkan Posyandu Remaja untuk edukasi reproduksi dan upaya hidup sehat sejak remaja. Dengan edukasi dan pemahaman kesehatan yang tersosialisasikan secara luas, Pemkot Malang optimis dapat menekan angka stunting di Kota Malang. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir pada Februari 2021 menunjukkan, terdapat 19 balita mengalami gizi buruk, dan 588 balita lainnya mengalami gizi kurang.

Penyebabnya adalah pola konsumsi makanan yang tidak bergizi, ekonomi keluarga, adanya penyakit penyerta hingga pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih sehat masih minim.

Melihat kondisi ini, Pemkab setempat menggagas Gerakan Satu Hati (GSH) yang melibatkan peran pemerintah, swasta dan masyarakat.

"Gerakan Satu Hati juga mengajak ASN/pegawai negeri dan juga pihak swasta untuk berdonasi dimana hasilnya digunakan untuk membeli susu dan makanan tambahan sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan dan digunakan untuk pemenuhan gizi anak-anak yang mengalami gizi buruk," kata Ketua TP PKK Kab Indragiri Hilir Zulaikha Wardan dalam webinar, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: 430 Ribu dari 1,6 Juta Bayi yang Lahir Alami Stunting

Terlebih di saat Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan terbatasnya anggaran pemerintah, termasuk untuk kebutuhan penanggulangan stunting.

Selain itu, mereka juga melakukan edukasi kepada keluarga agar mereka mau mengikuti anjuran dari kader dan penyuluh sehingga diharapkan gizi anak akan membaik.

Hingga saat ni, total dana terkumpul sekitar Rp 237 juta, baik dari donassi PNS, perbankan dan pihak lainnya yang tidak mengikat.

"Hasilnya, Kabupaten Indragiri Hilir telah berhasil menurunkan prevalensi stunting, dari yang sebelumnya 18,34%, kini menjadi saat ini 3,75 persen," katanya.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas