Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Suami Siri Akui Sudah Rencanakan Pembunuhan hingga Siapkan Palu untuk Pukul Kepala Istri

Dijerat pasal pembunuhan berencana, suami siri akui sudah rencanakan pembunuhan hingga siapkan palu untuk habisi nyawa istri.

Suami Siri Akui Sudah Rencanakan Pembunuhan hingga Siapkan Palu untuk Pukul Kepala Istri
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Sofianto Liemmantoro alias Sofyan (56) sebagai tersangka kasus pembunuhan pada istri sirinya, Ratna Darumi Soebagio (56) di Sukun Kota Malang dijerat pasal pembunuhan berencana. 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Polresta Malang Kota resmi menetapkan Sofianto Liemmantoro alias Sofyan (56) sebagai tersangka kasus pembunuhan pada istri sirinya, Ratna Darumi Soebagio (56).

Atas perbuatannya pelaku kini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

Sofyan dijerat Pasal 340 KUHP atas pembunuhan yang dilakukan di tempat tinggalnya itu.

Baca juga: Pembunuhan Istri oleh Suami Siri di Malang Terungkap, Ratna Dibunuh Pakai Palu saat di Kamar Mandi 

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo membeberkan alasan mengenakan pasal pembunuhan berencana kepada tersangka.

"Tersangka telah merencakan pembunuhan itu, sejak dua minggu sebelum kejadian. Tersangka menunggu timing yang tepat untuk melakukan aksinya itu," ujar Tinton, Selasa (28/9/2021).

Tinton juga menjelaskan, palu yang digunakan untuk memukul kepala korban, telah dipersiapkan oleh tersangka beberapa hari sebelumnya.

"Selain itu, tersangka juga sengaja melepas bagian kepala palu dari gagangnya. Untuk mempermudah aksinya tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Polresta Malang Kota Gagalkan Pengiriman Ribuan Botol Arak Bali 

Baca juga: Burung Merpatinya Laku Rp 1,5 Miliar, Pria Asal Pekalongan Malah Menyesal dan Tak Bisa Tidur

Dirinya juga menerangkan, pihaknya akan menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan tersebut dalam waktu dekat.

Hal itu dilakukan, untuk mencari fakta-fakta baru.

Disamping itu, juga untuk mempermudah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam melakukan pembuktian di persidangan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas