Tribun

Gebuki Anggota TNI AD, Dua Pemuda dan Satu IRT Dituntut Penjara 3 Tahun

Gara-gara mengeroyok seorang anggota TNI AD, dua pemuda dan satu orang ibu rumah tangga (IRT) dituntut penjara selama tiga tahun.

Editor: Hendra Gunawan
Gebuki Anggota TNI AD, Dua Pemuda dan Satu IRT Dituntut Penjara 3 Tahun
Gita Nadia Putri br Tarigan/Tribun Medan
Saksi korban Tumpal Sanjaya Tampubolon (kanan ujung) dan dua saksi lainnya saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Medan. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Gara-gara mengeroyok seorang anggota TNI AD, dua pemuda dan satu orang ibu rumah tangga (IRT) dituntut penjara selama tiga tahun.

Ketiganya adalah Ursula Samantha Pasaribu, Ari Rafles Halomoan Lumban Gaol (21) dan Andre Sahputra (18), dua nama terakhir disebut masih pelajar.

Jaksa penuntut umum (JPU) Novalita menuntut agar ketiga pengeroyok tersebut dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (1/10/2021).

"Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 3 tahun, dan dengan perintah agar para terdakwa tersebut tetap ditahan," kata jaksa Novalita.

Baca juga: ABG di Bekasi Tewas Dikeroyok 8 Orang, Korban Dijebak dengan Akun BO Palsu, Motif Balas Dendam

Jaksa mengatakan, emak-emak dan dua pelajar yang gebuki anggota TNI AD ini terbukti melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHPidana.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang lain," kata jaksa.

Baca juga: Gara-gara Tak Diberi Rokok, Pemuda di Lebak Tega Aniaya Ayah Kandung, Ini Kronologinya

Usai mendengar tuntutan Jaksa, hakim yang diketuai Aimafni Arli menunda sidang.

Sementara itu, dalam dakwaan JPU disebutkan, perkara ini bermula pada Jumat (16/6/2021) lalu sekira pukul 18.30 WIB.

Ketika itu saksi korban Pratu Tumpal Sanjaya Tampubolon bersama saksi Karwan dan Sucipto hendak keluar dari parkiran mobil di Jalan Danau Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.

Baca juga: Tuduh Rusak Rumah Tangga Ibunya, Pemuda Bersama Belasan Teman Keroyok Tukang Becak Hingga Amnesia

"Tiba-tiba anak bernama Geo David Harapan Manalu alias Geo (berkas perkara terpisah) mengetuk kaca mobil sebelah kanan yang dikendarai saksi korban, sehingga saksi korban berhenti dan membuka kaca mobilnya dan keluar.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas