Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Begini Penampakan Ruang Bawah Tanah di Stasiun Bogor: Diduga Dibangun Zaman Belanda

Keberadaan gorong-gorong yang diduga dibangun pada zaman Belanda kini diobservasi

Begini Penampakan Ruang Bawah Tanah di Stasiun Bogor: Diduga Dibangun Zaman Belanda
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tim peneliti gorong-gorong zaman Belanda di Kota Bogor melakukan survey dan penelusuran masuk ke dalam gorong gorong 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR TENGAH - Keberadaan gorong-gorong yang diduga dibangun pada zaman Belanda kini diobservasi tim peneliti dari lintas instansi.

Peneliti itu terdiri dari Balai Arkeolog Jawa Barat, Dosen Teknik Sipil Universitas Pakuan, Dinas PUPR Kota Bogor dan Bappeda Kota Bogor.

Gorong-gorong itu ditemukan saat membersihkan sampah di Jalan Nyi Raja Permas, Kota Bogor.

Saat bersih-bersih, petugas dikejutkan dengan adanya bangunan bata merah berbentuk setengah lingkaran di bawah gorong-gorong tersebut.

Baca juga: Hasil Uji Kandungan Gas Beracun di Gorong-gorong Cipondoh Keluar Pekan Depan

Setelah dibersihkan dari sampah dan sedimentasi, rupanya di dalam terdapat sebuah ruangan segi empat yang memanjang hingga Jalan MA Salmun dan terhubung dengan Depo Stasiun Bogor hingga Kali Cipakancilan di Jalan MA Salmun.

Selanjutnya pada Kamis (14/10/2021) Tim peneliti pun melakukan survei obeservasi dari titik Taman Wihelmina yang saat ini akan dibangun Alun-alun Kota Bogor, kemudian Bangunan Stasiun Bogor 1881 hingga ke Cipakancilan.

Dari penelusuran itu didapati sebuah ruang bawah tanah di depo Stasiun Bogor.

Kemudian Tim pun memcoba masuk ke dalam gorong gorong itu sambil didampingi petugas PUPR.

Baca juga: Wali Kota Bogor Bima Arya Segera Konsultasi dengan Ridwan Kamil Terkait Kasus Pelajar Tewas

Saat masuk ke dalam rupanya gorong-gorong tersebut berukuran besar seperti ruang bawah tanah.

Saking besarnya orang yang berada di dalam gorong-gorong bisa berdiri bebas dan berjalan baik ke arah samping maupun depan belakang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas