Tribun

Cegah Kepunahan, Kantor Bahasa NTB Konservasi Karya Sastra Suku Sasak

Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya menghidupkan kembali karya sastra tradisional asli suku Sasak NTB, Cupak Gerantang.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Cegah Kepunahan, Kantor Bahasa NTB Konservasi Karya Sastra Suku Sasak
Istimewa
Desa Suku Sasak. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya menghidupkan kembali salah satu karya sastra tradisional asli suku Sasak NTB, Cupak Gerantang. 

"Disana pemain lah yang akan mengajarkan pengetahuan terkait Cupak Gerantang pada generasi berikutnya,” tambah Umi.

Pihak Kantor Bahasa NTB juga menyiapkan tim konservasi untuk merumuskan instrumen yang akan dijadikan sebagai alat pengumpulan data.

Instrumen ini berisi tentang keberadaan sebuah seni sastra tradisional di sebuah lokasi yang tertentu, bagaimana kondisi saat ini.

"Setelah instrumen tersebut diperoleh jawaban dari informan, para pelaku konservasi kemudian mewawancarai informan terkait cerita Cupak Gerantang secara utuh," kata Umi.

Baca juga: Balai Bahasa Papua Lakukan Revitalisasi Sastra Daerah

Baca juga: Novelis Abdulrazak Gurnah Raih Nobel Sastra 2021

Sejauh ini, upaya pementasan Umi diakui sebagai solusi terbaik dalam memperkenalkan kembali Cupak Gerantang kepada masyarakat.

Namun, kendala hadir saat pandemi Covid-19, sehingga adanya pembatasan dalam kegiatan pementasan.

“Hal ini membuat jumlah yang terlibat menjadi terbatas. Namun, dari hasil yang dicapai selama ini, terlihat bahwa telah terjadi perpindahan pengetahuan kepada gerenasi muda. Ini yang membuat kami optimis kedepan,” pungkas Umi.

Meski begitu, hasil pementasan ini terjadinya perpindahan pengetahuan tentang drama tradisional dari generasi satu ke generasi di bawahnya. (*)

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas