Tribun

Tiga Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Terjang Permukiman Warga di Sinjai

tiga rumah dilaporkan mengalami rusak berat dan satu rumah rusak ringan pasca diterjang angin kencang yang terjadi di wilayah Sinjai Sulawesi Selatan.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Wahyu Aji
Tiga Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Terjang Permukiman Warga di Sinjai
Sekretariat Presiden
Rumah dilaporkan mengalami rusak berat dan satu rumah rusak ringan pasca diterjang angin kencang yang terjadi di wilayah Sinjai Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak tiga rumah dilaporkan mengalami rusak berat dan satu rumah rusak ringan pasca diterjang angin kencang yang terjadi di wilayah Sinjai Sulawesi Selatan.

Kejadian ini berawal dari curah hujan tinggi yang turun disertai angin yang terjadi pada Selasa (19/10/2021) Pukul 03.00 WITA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai melaporkan, terdapat 4 kepala keluarga yang terdampak.

" Para warga yang terdampak yakni bermukim di Desa Bua, Kecamatan Tellu Limpoe. Hingga kini dilaporkan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis, (21/10/2021).

Pasca kejadian, BNPB Kabupaten Sinjai menurunkan tim ke lapangan untuk segera melakukan kaji cepat dan berkoordinasi untuk melakukan penanganan darurat.

Bantuan berupa sembako segera diberikan kepada para warga terdampak untuk mengurangi beban yang diterima saat ini.

"Selain itu, para warga yang dibantu tim gabungan bergotong royong untuk membersihkan material yang terbawa saat terjadi fenomena angin kencang," katanya.

Baca juga: Satu Keluarga di Kabupaten Sinjai Tewas, Diduga Jadi Tabrak Lari, Foto KTP Korban Viral di Medsos

Merujuk hasil analisa InaRISK, Kabupaten Sinjai memiliki potensi risiko cuaca ekstrim dengan kategori sedang hingga tinggi.

Dengan ini, BNPB menghimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana.

"Serta meningkatkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi adanya potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu faktor cuaca terlebih dalam peralihan musim (pancaroba)," pungkasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas