Tribun

Polisi Terbitkan SP3, Status Tersangka Pedagang yang Dianiaya Preman di Medan Dicabut

Polda Sumatera Utara dalam hal ini telah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan terhadap tersangka Liti Wari Iman Gea

Editor: Erik S
Polisi Terbitkan SP3, Status Tersangka Pedagang yang Dianiaya Preman di Medan Dicabut
Istimewa
Seorang pedagang sayur wanita di pajak Gambir, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjadi korban pemalakan beberapa orang preman pada Minggu, (5/9/2021) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Polisi menghentikan penyidikan terhadap perkara pedagang cabai yang ditetapkan sebagai tersangka terkait penganiayaan terhadap preman.

Polda Sumatera Utara dalam hal ini telah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap tersangka Liti Wari Iman Gea.

Liti sebelumnya viral karena ditetapkan sebagai tersangka usai dianiaya preman di Pasar Gambir Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan penetapan tersangka terhadap pedagang sayur di pasar Gambir Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan dihentikan.

Hal itu dilakukan usai penyidik dari Polda Sumut melakukan peninjauan kembali terhadap laporan Beni yang menyebabkan seseorang pedagang yang jadi korban penganiayaan jadi tersangka.

Baca juga: Preman Siramkan Bensin dan Bakar Pedagang Sosis di Tangerang, Berawal Saat Pelaku Palak Korban

Panca pun menegaskan status Liti Wari Iman Gea kembali seperti semula.

"Sudah diputuskan maka perkara tersebut dihentikan atau di SP3 bahasa yang biasa kita gunakan dan status hukumnya yang bersangkutan kembali ke semula.

Artinya penetapan tersangka tidak lagi di sandang oleh yang bersangkutan," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (22/10/2021) malam.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak (Tribun Medan)

Dengan demikian Panca menyebutkan terhadap laporan Beni yang mengaku dianiaya dibatalkan usai polisi merekonstruksi ulang kejadian penganiayaan tersebut.

Apalagi penyidik juga telah melakukan gelar perkara khusus, yang disebut Beni dalam laporannya dianggap tidak sesuai.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas