Tribun

Speedboat Kejari Wakatobi Mati Mesin di Perairan Kaledupa, Nakhoda Meninggal, 5 Penumpang Selamat

Herianto Jaelani meninggal dunia di atas speedboat Kejari Wakatobi setelah sebelumnya sempat pingsan saat kapal mati mesin.

Editor: Dewi Agustina
Speedboat Kejari Wakatobi Mati Mesin di Perairan Kaledupa, Nakhoda Meninggal, 5 Penumpang Selamat
Istimewa
Speedboat Kejaksaan Negeri atau Kejari Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kecelakaan di Perairan Kaledupa. 

TRIBUNNEWS.COM, KENDARI - Speedboat Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kerusakan mesin di tengah laut Perairan Kaledupa, Jumat (19/11/2021) siang.

Seorang pengemudi kapal pengangkut rombongan Kejari Wakatobi, Herianto Jaelani meninggal dunia, Jumat (19/11/2021) siang.

Herianto Jaelani meninggal dunia di atas speedboat Kejari Wakatobi setelah sebelumnya sempat pingsan saat kapal mati mesin.

Sementara lima penumpang lain selamat. Mereka adalah tiga di antaranya pegawai kejaksaan, seorang polisi dan anak buah kapal (ABK).

Staf Kejari Wakatobi Ali Mardan mengatakan, rombongan tersebut mengalami kecelakaan sepulang dari Polsek Tomia.

"Kami ada kegiatan pemeriksaan barang bukti untuk tahap 2 di Polsek Tomia," kata Ali Mardan saat dihubungi melalui telepon usai kecelakaan kapal.

Rombongan kejaksaan ini berangkat dari Pulau Wanci menuju Pulau Tomia, pada Jumat (19/11/2021) sekira pukul 07.00 Wita.

Baca juga: 2 Penumpang Korban Kecelakaan Speedboat di Bulungan Ditemukan Meninggal Dunia

Setelah memeriksa barang bukti di Polsek Tomia untuk pelimpahan tahap 2, rombongan ini kembali ke Pulau Wanci.

Dalam perjalanan pulang tersebut, speedboat yang ditumpangi mengalami kerusakan mesin di Perairan Kaledupa.

"Saya ditelepon jam 12 (siang), katanya pengemudi kapalnya pingsan dan (kapal) mati mesin, disuruh minta bantuan ke Basarnas," terangnya.

  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas