Tribun

Tusuk Leher Tetangga Hingga Tewas, Andika Divonis Pidana Penjara Seumur Hidup

Pengadilan Negeri Medan memvonis pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa  Muhammad Anang Kosin

Editor: Erik S
Tusuk Leher Tetangga Hingga Tewas, Andika Divonis Pidana Penjara Seumur Hidup
net
Ilustrasi Pengadilan Negeri Medan memvonis pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa  Muhammad Anang Kosin 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pengadilan Negeri Medan Sumatera Utara memvonis pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa  Muhammad Anang Kosin alias Andika yang menikam leher tetangga hingga tewas.

Majelis Hakim yang diketuai Zufida Hanum, menyatakan terdakwa Anang terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 ayat 4 KUHP.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu pidana penjara seumur hidup. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan," kata hakim, Kamis (25/11/2021).

Dalam amarnya majelis hakim menuturkan adapun keadaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia dan perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat.

Baca juga: Rian, Si Pembunuh Berantai yang Habisi Nyawa Siswi SMA dan Janda Divonis 13 Tahun Penjara

"Keadaan meringankan tidak ditemukan pada diri terdakwa," kata hakim

Usai mendengar vonis tersebut, terdakwa Anang yang mengikuti sidang secara daring sontak mengucapkan terima kasih sembari beranjak meninggalkan layar monitor di hadapannya.

"Terima kasih, Bu," cetusnya.

Diketahui, vonis tersebut sama (conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat.

Baca juga: DPR: Pembentukan Pengadilan Tinggi untuk Dekatkan Masyarakat kepada Akses Keadilan 

Dalam dakwaan Jaksa menuturkan perkara ini awalnya terjadi pada hari Rabu tanggal 05 Mei 2021 sekira pukul 22.00 WIB terdakwa Muhammad Anang Kosin Alias Andika, datang menjumpai Muhammad Afrizal yang mana pada saat itu, terdakwa membawa 1 buah pisau yang disimpan di pinggang.

"Lalu terdakwa bertanya kepada Muhammad Afrizal 'Ada Job' kemudian Muhammad Afrizal menjawab 'ada itu perempuan dekat rumah saya' dan keesokan harinya pada hari Kamis tanggal 06 Mei 2021 sekira pukul 04.20 WIB Terdakwa bersama Afrizal menuju ke rumah Lisbet Napitupulu di Jalan Pelita I, Kecamatan Medan Timur untuk mengambil barang-barang milik Lisbet," kata jaksa.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas