Momen Nataru, Pemkot Yogyakarta Pastikan Tak Beri Ampun Pedagang dan Jukir yang Ketok Harga
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya tak akan memberi toleransi pada para pelaku usaha yang kedapatan nuthuk (ketok harga)
Editor: Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Menghadapi potensi lonjakan pelancong selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2022, Pemkot Yogyakarta mewanti-wanti para pelaku usaha, dan juru parkir (jukir) di destinasi wisata.
Mereka diminta menerapkan harga wajar, dan menghindari perilaku nuthuk atau ketok harga.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan, pihaknya tidak akan memberi toleransi pada para pelaku usaha yang kedapatan nuthuk.
Pasalnya, tindakan tersebut, sangat mencoreng status kota wisata, yang belakangan geliatnya mulai dirasa kembali oleh masyarakat.
"Sebenarnya tidak usah Nataru pun kita tegas. Tidak ada ruang yang bisa dimainkan oleh siapapun. Ya, yang nuthuk harga langsung kita cabut (izinnya), langsung kita tutup. Sudah, itu saja," ungkapnya, Kamis (23/12/2021).
Baca juga: Malioboro Tidak Ditutup saat Malam Pergantian Tahun, Sultan HB X Minta Pengunjung Taati Prokes
Baca juga: Geram Sopir BST Genit Hanya di Skors, Wali Kota Solo Gibran: Harusnya Dipecat
Heroe menyampaikan, berkaca dari kejadian sebelumnya, pelaku nuthuk memang wajib diganjar sanksi tegas, agar tak memiliki kesempatan untuk mengulangi perbuatannya lagi.
Karena itu, ditegaskannya, selama momen Nataru nanti, Pemkot dipastikan tak akan memberi ampun.
"Perbuatan yang sudah dilakukan berkali-kali, tidak ada ampun lagi. Berkali-kali lho itu, dan tidak hanya satu orang, tapi kasusnya berulang-ulang kan," terangnya.
Baca juga: Teguran Suara Knalpot Brong Berujung Maut, Kepala Wagiran Dipukul Martil, Nyawanya Tak Tertolong
Bukan tanpa alasan, di tengah hegemoni media sosial, insiden seperti itu bisa dengan cepat menyebar luas, dan seketika menjadi perseden buruk bagi Kota Yogyakarta.
Layaknya viral pecel lele nuthuk yang diunggah oleh wisatawan Malioboro, pada kisaran Juli silam.
"Kami sudah ingatkan juga berkali-kali, buat harga yang normal, wajar, dan tidak boleh memasang penawaran yang aneh-aneh. Seperti kemarin itu (pecel lele), tawaran tidak dalam paket, tapi dalam bentuk eceran. Tidak boleh lagi kejadian begitu, ya," pungkas Wawali.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Antisipasi Pedagang Nuthuk Selama Nataru, Pemkot Yogya : Cabut Izinnya, Tidak Ada Ampun,