Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Bayi Kembar Asal Desa Tegallinggah Buleleng, Ditinggal Ibu, Ayah Bunuh Diri

Kondisi dua bayi kembar ini viral di sosial media, lantaran ditinggal oleh ibunya. Sementara ayahnya, baru saja meninggal dunia akibat gantung diri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: cecep burdansyah
zoom-in Kisah Bayi Kembar Asal Desa Tegallinggah Buleleng, Ditinggal Ibu, Ayah Bunuh Diri
TRIBUN BALI/Ratu Ayu Astri Desiani
DIRAWAT - Dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki asal Banjar Dinas Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Buleleng, dirawat oleh keluarga, Sabtu (12/2). 

TRIBUNNEWS.COM, BULELENG - Setiap anak pasti ingin terlahir dari keluarga yang bahagia.

Namun hal tersebut tidak dapat dirasakan oleh dua bayi kembar asal Banjar Dinas Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Kondisi dua bayi kembar ini viral di sosial media, lantaran ditinggal oleh ibunya. Sementara ayahnya, baru saja meninggal dunia akibat gantung diri.

Dua bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu kini dirawat oleh neneknya bernama Luh Yasmini, serta buyutnya bernama Ketut Kerti.

Di usianya yang sudah renta, kedua wanita itu harus menguatkan raganya, untuk merawat kedua bayi malang tersebut. Jika cucunya menangis, keduanya bergantian membuatkan susu, lalu menggendongnya agar tertidur.

Ditemui di kediamannya, Sabtu (12/2), Luh Yasmini menuturkan, bayi tersebut merupakan buah hati dari anak pertamanya bernama Gede ES (28) bersama istrinya Luh MSD (28).

Bayi kembar itu dilahirkan, 12 Desember 2021, secara cesar di RS Kertha Usada Singaraja. Saat dilahirkan kedua bayi memiliki berat badan yang berbeda. Ada yang hanya 2,1 kg, sementara yang satu lagi 2,4 kg.

Rekomendasi Untuk Anda

Tiga hari setelah dilahirkan, kedua bayi itu langsung diserahkan oleh MSD kepada Luh Yasmini.

Sang ibu memutuskan untuk pulang ke rumah bajangnya yang terletak di Kecamatan Sawan, Buleleng karena memiliki permasalahan di dalam rumah tangganya.

"MSD pulang ke rumah bajang dengan mengajak anak pertama dan anak keduanya. Sementara anaknya yang kembar ini diminta untuk kami yang merawat. Karena ini cucu saya sendiri, jadi saya terima saja," ucapnya.

Luh Yasmini tidak menampik, rumah tangga Suandana bersama istrinya memang sudah retak sejak beberapa bulan lalu.

Hingga pada November 2021 keduanya memutuskan untuk pisah ranjang. Cobaan bertubi-tubi pun dirasakan oleh Luh Yasmini.

Pada Kamis (3/2) siang, ia mendapatkan kabar jika Suandana yang merupakan ayah dari kedua bayi kembar itu telah meninggal dunia.

Suandana ditemukan tewas di rumah kontrakannya yang terletak di Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng dengan cara gantung diri menggunakan kain berwarna biru.

Luh Yasmini mengaku tidak tahu mengapa anaknya itu nekat bunuh diri, dan tidak ada surat wasiat yang ditinggalkan. Jenazah Suandana telah diupacarai mekingsan ring geni, Sabtu (5/2).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas