Kisah Bayi Kembar Asal Desa Tegallinggah Buleleng, Ditinggal Ibu, Ayah Bunuh Diri
Kondisi dua bayi kembar ini viral di sosial media, lantaran ditinggal oleh ibunya. Sementara ayahnya, baru saja meninggal dunia akibat gantung diri.
Editor: cecep burdansyah
Luh Yasmini mengaku tidak tahu mengapa anaknya itu nekat bunuh diri, dan tidak ada surat wasiat yang ditinggalkan. Jenazah Suandana telah diupacarai mekingsan ring geni, Sabtu (5/2).
"Anak saya (almarhum Gede ES, red) sebelumnya kerja sebagai tenaga terapis di Irak. Dia pulang dua tahun lalu karena Covid. Rencananya dia mau berangkat lagi ke Jepang bersama istrinya, sudah bayar sekitar Rp 60 juta. Tapi karena istrinya hamil kembar, mereka batal ke Jepang," jelasnya.
Luh Yasmini pun kini berharap ada uluran tangan para donatur, untuk membantu membiayai perawatan kedua bayi tersebut. Pasalnya, salah satu dari bayi itu mengalami gangguan pada paru-parunya.
"Saya sudah ke dokter dua kali, katanya ada lendir di paru-parunya. Saat ini sudah ada beberapa donatur yang membantu. Ada yang ngasih beberapa susu," katanya.
Kepala Dusun Lebah Pupuan, I Ketut Armawayasa mengatakan, pihaknya akan membantu kedua bayi tersebut dengan KIS-PBI. Namun yang menjadi kendala saat ini, bayi tersebut belum diputuskan oleh pihak keluarga akan masuk ke Kartu Keluarga (KK) siapa.
"Kalau bapaknya kan sudah meninggal. Ibunya ini yang belum thau, karena statusnya belum pisah secara hukum. Pihak keluarga masih merundingkan, bayi ini mau dimasukkan ke KK-nya siapa," katanya. (ratu ayu astri desiani)
Baca juga: Bali Siapkan Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron