Pangdam IM Kunjungi Mercusuar Willem's Toren III: Dibangun Belanda dan Hanya Ada Tiga di Dunia
Mayjen Mohamad Hasan mengatakan, Mercusuar Willem's Toren III adalah situs langka dan hanya ada tiga di dunia, salah satunya di Aceh
Editor: Srihandriatmo Malau
"Seharusnya kita bisa memelihara, atau membuat yang lebih baik, agar keamanan kelautan serta konektivitas diantara pulau bisa lebih terjamin, apalagi Pulo Breueh kawasan terluar yang berpotensi mengalami gangguan keamanan, intinya luar biasa Mercusuar Willem's Toren III," ungkap Ismail Rasyid.
Sebaiknya Tahu Tentang Mercusuar Willem's Toren
Memiliki ketinggian 85 meter, Mercusuar Willem's Toren berdiri gagah di puncak perbukitan ujung Pulau Breueh (Pulau Beras) Gampong (desa) Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh (Pulau Aceh) Kabupaten Aceh Besar.
Willem's Toren yang memiliki tebal dinding membantu mengatur jalur pelayaran internasional.
Menurut cacatan dari berbagai sumber, pembangunan menara tersebut dilakukan setelah Belanda menyatakan perang dengan Kerajaan Aceh.
Masyarakat lokal dipaksa menjadi budak untuk membangun menara, dengan kedalaman pondasi menara sama dengan ketinggiannya, sekitar 85 meter.
Pada masanya, Willem's Toren mampu memantulkan cahaya hingga puluhan mil ke Samudera Hindia.
Masih di satu komplek atau tepat berada disebelahnya, terdapat juga bangunan khas Belanda.
Bangunan ini disebut menjadi asrama, ruang pesta kantor serta benteng belanda, sementara pada bagian lantai bawahnya digunakan sebagai penjara.
Meski usianya kini memasuki satu setengah abad, Mercuasuar Willem's Toren masih berdiri kokoh, bahkan tanpa kerusakan pada saat Aceh diguncang gempa 9,0 SR 26 Desember 2004 silam.
Willem's Toren yang kini dikelola Distrik Navigasi Kelas II Sabang Kementrian RI, bahkan berfungsi dengan baik, dan masih menjadi alat bantu pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas.(*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Pangdam IM Kunjungi Mercusuar Willems Toren III