Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kompor Bantuannya Dijual, Bupati Bantul Mengaku Kaget dan Tak Pernah Mengira

Halim menyatakan bahwa saat kasus itu mencuat, dirinyalah yang meminta Paliyem untuk mencabut tuntutan atas Dwi dan mengajak koleganya membantu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kompor Bantuannya Dijual, Bupati Bantul Mengaku Kaget dan Tak Pernah Mengira
Kolase Tribunjogja.com | Dok Polisi
Dwi Rahayu Saputro (24) warga Pundong, Bantul sudah diamankan polisi. Dia adalah pemuda yang menjual perabotan rumah demi pacarnya. Dwi diamankan setelah dilaporkan lagi oleh Paliyem yang tak lain ibunya. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja Santo Ari

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Dwi Rahayu Saputro (24), pemuda asal Pundong, Bantul sudah diamankan polisi karena menjual perabotan rumah demi pacarnya.

Dwi diamankan setelah dilaporkan lagi oleh Paliyem yang tak lain ibunya.

Awalnya Paliyem telah memaafkan dan mencabut tuntutannya di Kejaksaan Negeri Bantul, namun Dwi tak kapok, tersangka berulah lagi menjual barang-barang milik ibunya seperti meja, termasuk kompor pemberian Bupati Bantul.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Archye Nevada menyatakan berdasarkan laporan Paliyem, pihaknya bersama Bhabinkamtibmas Polsek Pundong serta warga sekitar mengamankan Dwi pada hari Minggu (13/2/2022). Saat itu, Dwi tengah pulang ke rumahnya.

"Pada saat mengamankan juga kami mendapati pacar dari yang diduga pelaku tersebut, kami bawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut."

"Dan pada saat ini terduga pelaku sudah kami tetapkan tersangka dan sudah kami laksanakan penahanan di rutan Polres Bantul," ucap Archye, Senin.

Baca juga: Kecelakaan Maut Bus di Bantul: Kondisi Bus Bagus Tapi Sopir Lalai

Rekomendasi Untuk Anda

Archye memaparkan, motif Dwi mengulangi perbuatannya masih sama, yakni untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih angkat bicara perihal kompor yang dijual Dwi dan yang terjadi jauh di  luar perkiraannya.

"Ya saya kaget, ini gimana, sudah kita carikan bantuan, sudah kita upayakan pembebasannya, setelah bebas kok kumat lagi," ujar Bupati Senin (14/2/2022).

Bupati mengaku bahwa ini di luar ekspektasinya, ia berharap Dwi dapat bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya.

"Harapan saya dia sembuh, ora kumat meneh (tidak kumat lagi). Nah ternyata kumat lagi," ucapnya.

Halim menyatakan bahwa saat kasus itu mencuat, dirinyalah yang meminta Paliyem untuk mencabut tuntutan atas Dwi.

Bupati juga menggalang donasi dengan beberapa koleganya untuk mengisi perabotan rumah yang sebelumnya telah dijual Dwi.

"Kita ganti barang-barang yang dijual anaknya, ada kompor, pintu, sudah kita ganti, sudah kita kirim," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas