Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FAKTA Sidang Tabrak Lari Nagreg: Kopda Andreas Menangis hingga Ungkapan Sakit Hati Ayah Handi

Sidang kasus tabrak lari di Nagreg kembali digelar. Ini sejumlah faktanya, mulai dari tangisan Kopda Andreas hingga ungkapan sakit hati ayah Handi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
zoom-in FAKTA Sidang Tabrak Lari Nagreg: Kopda Andreas Menangis hingga Ungkapan Sakit Hati Ayah Handi
TribunJakarta.com Bima Putra/Instagram @infojawabarat
Kolonel Priyanto saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta, Selasa (8/3/2022) (kiri). Priyanto saat memasukkan jasad Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14) ke dalam mobil Izusu Panther yang dikendarainya (kanan). 

Andreas yang turut didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Handi dan Salsabila sempat tertunduk beberapa saat untuk menyeka tangis menggunakan tangan kirinya.

Baca juga: Kopda Andreas Menangis Ingat Anak Istrinya Saat Sampaikan Kesaksian di Sidang Kolonel Inf Priyanto

Baca juga: Air Mata Kopda Andreas Tak Terbendung, Berkali-kali Memohon ke Kolonel Priyanto Agar Tak Buang Jasad

2. Jemput Seorang Wanita

Fakta lain yang terungkap dalam persidangan pada Selasa hari ini adalah adanya sosok perempuan bernama Lala.

Usut punya usut, Lala adalah teman perempuan Priyanto.

Semula, Andreas dan seorang sopir lainnya, Koptu Ahmad Soleh diminta mengantar Priyanto ke Jakarta yang harus menghadiri rapat intel.

Mereka bertiga pun berangkat dari Sleman, Yogyakarta menuju Jakarta via Bandung menggunakan mobil.

Di tengah perjalanan, mereka menjemput Lala dan membawanya untuk ikut serta ke Jakarta.

Rekomendasi Untuk Anda

Selama di Jakarta, rombongan Kolonel Priyanto tidur di dua hotel yang berbeda.

Saat itu, Andreas satu kamar bersama Ahmad Soleh, sedangkan Priyanto bersama Lala.

Begitu juga saat mereka pulang dari rapat dan singgah di Bandung serta menginap di hotel.

Setelah selesai menginap, selanjutnya Priyanto memulangkan Lala ke Cimahi dan melanjutkan perjalanan pulang menuju Sleman.

Di perjalanan inilah rombongan Priyanto menabrak Handi dan Salsa yang jasadnya dibuang ke Sungai Serayu.

3. Cari Sungai Lewat Google Maps

Proses rekonstruksi pembuangan jenazah sejoli korban kecelakaan di Nagreg, Jawa Barat yang dilakukan ketiga pelaku oknum TNI di TKP pembuangan Jembatan Sungai Tajum, Desa Menganti, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Senin (3/1/2022).
Proses rekonstruksi pembuangan jenazah sejoli korban kecelakaan di Nagreg, Jawa Barat yang dilakukan ketiga pelaku oknum TNI di TKP pembuangan Jembatan Sungai Tajum, Desa Menganti, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Senin (3/1/2022). (TRIBUNBANYUMAS/Ist. Denpom IV/1 Purwokerto)

Dalam persidangan, Andreas juga mengungkapkan, Priyanto sempat mencari sungai melalui aplikasi Google Maps di ponselnya.

Hal ini dilakukan setelah Priyanto menolak saran Andreas yang meminta agar korban dibawa ke puskesmas.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas