Tribun

Kelompok Bersenjata di Papua

TPNPB-OPM Klaim Bertanggun Jawab Pembakaran Rumah Warga Sipil di Kabupaten Puncak

TPNPB-OPM mengaku bertanggung jawab atas pembakaran belasan rumah warga sipil di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak

Editor: Erik S
zoom-in TPNPB-OPM Klaim Bertanggun Jawab Pembakaran Rumah Warga Sipil di Kabupaten Puncak
DISPEN TNI AL/DISPEN TNI AL
TNI Angkatan Laut kembali berduka atas gugurnya seorang prajurit atas nama Pratu Mar Dwi Miftahul Achyar anggota Yon Taifib 2 Pasmar 2 yang tergabung dalam Satgas Trisula akibat serangan yang dilakukan oleh KSTP (Kelompok Separatis Teroris Papua) di sekitar Kalikote, Kenyam, Nduga, Papua. Sabtu (23/4/2022). (TRIBUNNEWS/DISPEN TNI AL) 

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA -  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembakaran belasan rumah warga sipil di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, pekan lalu.

OPM di bawah kendali Komando Operasi Umum, Lekagak Telenggen juga bertanggung jawab atas penyerangan pos polisi hingga Pos TNI di Kabupaten Nduga.

Pratu Mar Dwi Miftahul Akhyar, anggota Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Marinir Nduga, gugur dalam serangan KKB pada Jumat (22/4/2022).

"TPNPB di bawah pimpinan Panglima Tinggi Gen Goliath Tabuni dan Komandan Operasi Umum Mayjend Lekagak Telenggen bertanggung jawab atas pembakaran di Ilaga dan penembakan patroli TNI-Polri di Kenyam, Nduga" ujar Juru Bicara OPM, Sebby Sambom kepada Tribun-Papua.com, Senin (25/4/2022).

Baca juga: Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua: 2 Prajurit Jadi Korban, Satu Tewas

Sebby menyebut, Lekagak bersama Peni Murib memimpin langsung pembakaran rumah warga di Ilaga, pekan lalu.

Mereka juga membakar aset milik PT Marta Teknik Tunggal di Distrik Ilaga.

Kontak tembak pun sempat pecah saat polisi melakukan patroli di wilayah itu.

"Terpisah dari pembakaran di Ilaga, ada juga serangan di Batas Batu Kenyam, Kabupaten Nduga," jelas Sebby.

Di wilayah ini, Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Egianus Kogoya memimpin langsung penyerangan pos TNI dan polisi.

Praka Marinir Anumerta Dwi Miftachul Achyar gugur dalam insiden tersebut.

Baca juga: Soal Pemekaran Wilayah, Pemerintah Terus Bangun Dialog dengan Majelis Rakyat Papua dan Papua Barat

Kontak tembak berlangsung dua hari, sejak Kamis (21/4/2022) hingga Jumat (22/4/2022) sore.

"Di pihak kami tidak ada yang luka-luka maupun korban tembak mati," ujarnya, menirukan laporan Egianus Kogoya.

Pasca-kontaktembak, kata Sebby, pihaknya mengimbau semua warga sipil di wilayah Kenyam, Nogolaid, Yosema hingga Batas Batu untuk tak beraktivitas di luar rumah.

Sebab, OPM menyatakan perang tengah berlangsung di Distrik Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.

"Masyarakat lokal maupun non-Papua tidak boleh melewati wilayah itu, karena pasukan TPNPB sudah kuasai wilayah itu," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul OPM Goliat Tabuni Cs Klaim Bakar Rumah Warga Puncak dan Serang Pos Marinir Nduga Papua

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas