Tribun

Reaksi Gibran Dengar Keracunan Massal di Pucangsawit dan Karanganyar, Ayam dan Kubis Jadi Bukti

Kasus keracunan massal di Pucangsawit dan Karanganyar jadi atensi banyak pihak, Pemkot Solo, Dinas Kesehatan dan Polresta Solo sudah turun tangan 

Penulis: Theresia Felisiani
zoom-in Reaksi Gibran Dengar Keracunan Massal di Pucangsawit dan Karanganyar, Ayam dan Kubis Jadi Bukti
via Zoom
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dalam acara Peluncuran Bukub Mangkunegoro VI Sang Reformis oleh Penerbit Buku Kompas, Minggu (28/11/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Keracunan Massal di Pucangsawit dan Karanganyar jadi atensi banyak pihak.

Pemkot Solo dalam hal ini Dinas Kesehatan hingga Polresta Solo sudah turun tangan.

Beberapa sampel makanan di nasi boks yang diduga jadi sumber keracunan massal diamankan.

Ayam yang menurut warga sudah basi dan lembek hingga sayur kubis bakal diteliti.

Ilustrasi Keracunan makanan
Ilustrasi Keracunan makanan (Tribun Bali/Istimewa)

Reaksi Gibran dan Teguh Dengar Kasus Keracunan Massal

Kasus keracunan massal di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, ternyata terdengar hingga telinga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Gibran mengaku akan memberikan atensinya kepada kasus yang disebutkan juga memakan korban jiwa tersebut.

"Kalau tidak salah 50 orang ya yang jadi korban? Nanti coba kita lihat seperti apa," kata Gibran, kepada TribunSolo.com, Senin (2/5/2022).

Ketika disinggung apakah pihaknya akan membantu biaya perawatan para warga yang keracunan, Gibran menyebut bakal mengusahakannya.

"Apakah korban punya BPJS atau tidak, sebisa mungkin dari Pemkot akan bantu," katanya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengaku baru mendengar kabar keracunan massal saat berbuka puasa ini.

Akan tetapi, Teguh menyebut pihaknya akan menunggu terlebih dahulu terkait perkembangan terbaru dari kasus tersebut.

"Saya baru dengar kasus ini. Nanti kita lihat di rumah sakit mana, apakah ada BPJS atau tidak," kata Teguh.

"Tapi nanti ada kebijakan lah dari pihak pemerintah kota, karena sudah ada korban meninggal. Kami akan konfirmasi dulu," tambahnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas