Arus Balik Lebaran 2022, Menhub Minta Masyarakat Waspadai Dua Titik Kemacetan, Ini Lokasinya
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan agar pemudik memperhatikan dua titik utama kemacetan selama arus balik lebaran 2022.
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
"Prediksi dari arah Timur mencapai 64,64 persen dari total lalin, dari arah Barat sebesar 21,35 persen dan dari arah Selatan sebesar 14,02 persen," kata Hery.
Distribusi dari arah timur menuju ke arah Jakarta yang mencapai 64,64 persen tersebut, mayoritas akan berasal dari Trans Jawa dan Bandung yang menuju Jabotabek ke via GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama.
“Tidak hanya terjadi di hari Minggu, peningkatan lalu lintas juga diprediksi sudah terjadi pada H+3 dan H+4 atau pada Jumat-Sabtu, 6-7 Mei 2022, dengan peningkatan kendaraan yang tidak jauh dengan puncak arus balik di 8 Mei 2022," imbuhnya.
One Way Dipercepat
Polri mempercepat pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way arus balik mudik lebaran 2022 menjadi pada Kamis (5/5/2022).
One way bakal digelar dari gerbang tol Palimanan Utama Km 188 sampai dengan Km 72 Jakarta-Cikampek (Japek).
Polri sebelumnya berencana memberlakukan kebijakan one way dari Gerbang Tol Kalikangkung Km 414 sampai KM 47 Tol Cikampek pada 6,7,8 Mei 2022.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa percepatan kebijakan one way tersebut karena adanya trend peningkatan pemudik yang pulang ke Jabodetabek sejak Rabu (4/5/2022) malam.
"Berdasarkan data arus lalu lintas hari Rabu tanggal 4 Mei 2022 dari pukul 06.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB yang telah melewati ruas jalan tol Cipali mengalami trend peningkatan," kata Dedi saat dikonfirmasi, Kamis (5/5/2022).
Dedi menuturkan hal itu selaras dengan pemantauan CCTV yang dilakukan oleh NTMC Polri. Menurutnya, pergerakan arus balik terus mengalami peningkatan.
"Berdasarkan pemantauan melalui CCTV baik yang ada di NTMC dan command Center PJR serta peta digital terlihat adanya peningkatan pergerakan arus lalin dari timur menuju ke arah barat," jelas Dedi.
Ia menjelaskan bahwa anggota dari Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat hingga Korlantas juga melaporkan kondisi serupa.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan stakeholder terkait dan PT Jasa Marga bahwa ruas tol Cipali tidak bisa menampung kepadatan arus lalin baik pada jalur A dan B dengan VCR (volume capacity Ratio) sebesar 1,19," pungkasnya. (Tribun Network/Reynas Abdila)