Tribun

10 Pemuda di Jember Aniaya Teman Sendiri hingga Tewas Usai Terpengaruh Teriakan Maling

Dari 10 orang, baru tujuh orang ditangkap, sedangkan tiga orang lainnya masih dalam pengejaran alias buron

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in 10 Pemuda di Jember Aniaya Teman Sendiri hingga Tewas Usai Terpengaruh Teriakan Maling
surya/sri wahyunik
Para tersangka pengeroyokan berujung pembunuhan di Kecamatan Ambulu dihadirkan dalam rilis di Polres Jember, Kamis (19/5/2022). 

Laporan Wartawan Surya Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Satreskrim Polres Jember masih menyelidiki pemicu penganiayaan yang berujung tewasnya M Sholeh (46), warga Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Rabu (18/5/2022) lalu.

Korban diduga dikeroyok sesama temannya sendiri usai mengadakan pesta minuman keras (miras).

Pengeroyokan terhadap korban terjadi di Kecamatan Ambulu, yang dilakukan oleh 10 orang pemuda setelah menenggak miras bersama-sama.

Pengeroyok yang diduga masih terpengaruh miras, terpancing teriakan 'maling' lalu mengejar dan menganiaya, dan ternyata sasarannya adalah Sholeh sendiri.

Polisi menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal.

Namun dalam rilis di Polres Jember, Kamis (19/5/2022), baru tujuh orang ditangkap, sedangkan tiga orang lainnya masih dalam pengejaran alias buron.

Baca juga: Terpengaruh Minuman Keras, Seorang Pemuda di Cilincing Nekat Bacok Temannya Sendiri

"Pada Kamis (18/5/2022) pukul 01.30 WIB, telah terjadi tindak pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya seseorang.

Lokasi kejadian di jalan umum selatan Masjid Annabah Dusun Sumberan Desa Ambulu Kecamatan Ambulu," ujar Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo.

Saat rilis Kamis (19/5/2022) sore, polisi masih menunjukkan lima orang tersangka yakni Mei (27), Aris (20), Rafi (28), Nur (20), yang semuanya warga Kecamatan Ambulu, dan Andi (27), warga Kecamatan Balung.

"Ada 10 orang terduga pelaku. Setelah kejadian kemarin, dalam sehari kami menangkap lima orang. Tadi menyusul dua orang tersangka, dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian," imbuh Hery.

Dari keterangan yang dikumpulkan polisi, peristiwa itu bermula ketika Rafi mengajak Sholeh berkumpul di tepi jalan Dusun Sumberan, Desa Ambulu sekitar pukul 01.00 WIB. Rupanya di tempat itu sudah berkumpul sejumlah orang. Total ada 11 orang di lokasi tersebut, termasuk korban.

Di tempat itu, mereka menenggak miras dan ada enam botol arak yang mereka konsumsi.

"Korban lantas pamit hendak pulang," kata Hery.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas