Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banjir Rob Terjang Tambak di Bima dan Dompu Sejak Senin Lalu

Selama ini tidak ada yang bisa dilakukan petani tambak, selain menambah tinggi pematang tambak untuk mengurangi kerugian

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Banjir Rob Terjang Tambak di Bima dan Dompu Sejak Senin Lalu
FB Komunitas Bima Berteman
Penampakan tambak bandeng di Kecamatan Woha Kabupaten Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNNEWS.COM, BIMA -  Siklus tahunan banjir rob, kembali menerjang tambak milik petani warga di Desa Sanolo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.

Rob mulai memasuki kawasan tambak warga, pada Senin lalu dan ketinggian air semakin bertambah setiap harinya, hingga pada Kamis (19/5/2022) sekira pukul 10.00 WITA.

Petani tambak, Imran mengaku memiliki 1,6 hektar tambak yang digunakan untuk budidaya bandeng dan garam.

Setiap rob datang, dirinya harus menanggung kerugian puluhan juta karena bibit dan juga induk bandeng habis terbawa luapan rob.

"Banjir rob yang kemarin, kalau ga salah Desember atau Januari ini saya rugi Rp 50 juta," ungkapnya.

Baca juga: 4 Bocah Perempuan di Way Kanan Lampung Hanyut Terseret Banjir di Sungai: Satu Orang Tewas

Untuk rob kali ini, jumlah kerugian tidak terlalu besar karena isi tambak sisa dari banjir rob sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rugi ya tetap rugi, tapi tidak sebesar yang kemarin," tambahnya.

Di sekitar Desa Sanolo beber Imran, ada 400 hektare tambak yang diisi bandeng dan juga garam.

Sekitar 5 hektar di antaranya, habis meluap diterjang banjir rob.

Selama ini tidak ada yang bisa dilakukan petani tambak, selain menambah tinggi pematang tambak untuk mengurangi kerugian.

Bagi petani yang bermodal besar, membeli dan memasang jaring agar ikan tidak ikut keluar dari tambak ketika diterjang Rob.

"Tapi terkadang itu tidak efektif juga, karena pematang tambak jebol dan jaring yang dipasang keseret arus," tandasnya.

Upaya penanggulangan dari pemerintah pun menurut Imran, sejauh ini belum ada.

Masih sebatas pemberian bantuan, ketika petani sudah alami kerugian dan dimuat media massa.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas