Babak Baru Kasus Konten Pria Nikahi Domba, 4 Orang Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Penistaan Agama
Polisi sudah menetapkan 4 tersangka dalam kasus video konten pria nikahi domba di Gresik, Jawa Timur. Para tersangka di jerat pasal penistaan agama.
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Arif Fajar Nasucha
TRIBUNNEWS.COM - Kasus konten pria nikahi domba di Gresik, Jawa Timur, memasuki babak baru.
Polisi sudah menetapan 4 orang tersangka dalam kasus yang videonya sempat viral di media sosial itu.
Termasuk satu tersangkanya merupakan anggota DPRD Gresik bernama Nurhudi Didin Arianto yang ikut terlibat dalam konten pria nikahi domba.
Nurhudi dan 3 tersangka lainnya dijerat pasal tentang penistaan agama.
Kuhasa hukum Nurhudi menilai penetapan tersangka karena polisi mendapat tekanan publik.
Berikut kelengkapan informasi dari kasus konten pria nikahi domba dihimpun dari TribunJatim.com dan Kompas.com, Sabtu (2/7/2022):
Baca juga: Kasus Pernikahan Manusia dengan Domba di Gresik Dianggap Merusak Citra Budaya Jawa
Penjelasan pihak kepolisian
Kapolres Gresik, AKBP Muhammad Nur Azis membenarkan pihaknya sudah menetapkan 4 orang menjadi tersangka.
Mereka adalah Nurhudi Didin Arianto (N), pihak yang memfasilitasi tempat pembuatan konten, kemudian pria berperan sebagai pengantin pria, Saiful Arif (SA).
Lalu ada Arif Syaifullah (AS), pembuat konten dan terakhir Krisna alias Sutrisno (S) yang berpura-pura sebagai penghulu.
"Inisial AS selaku pemilik konten, kedua SA, selanjutnya S, dan N," kata Azis.
Sebelum penetapan tersangka, Polres Gresik melakukan gelar perkara pada Kamis (30/6/2022) lalu.
Baca juga: Hadir di Acara Pria Nikahi Domba, Ketua Badan Kehormatan DPRD Gresik Diberhentikan
Pasal yang disangkakan
Azis melanjutkan penjelasannya, keempat pelaku disangkakan dengan Pasal 156a juncto Pasal 55 KUHP tentang penistaan agama.
Khusus Arif Syaifullah juga dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Azis juga membantah pihaknya mendapat tekanan saat menangani kasus ini.
Penanganan kasus konten pria nikahi domba sudah sesuai prosedur yang berlaku.
Polisi sudah memeriksa 21 saksi dan 3 saksi ahli, UU ITE, agama dan ahli bahasa.
"Dalam gelar tersebut kita tetapkan tersangka ada empat. Tidak ada intervensi dari manapun penyidikan hingga penetapan tersangka," tutur Azis.
Baca juga: Penetapan 4 Tersangka Pernikahan Manusia dengan Domba, Kapolres Gresik : Tidak Ada Intervensi
Pernyataan kuasa hukum Nurhudi
Kuasa hukum Nurhudi Didin Arianto, Irfan Choirie buka suara terkait ditetapkannya status tersangka terhadap klien.
Ia menilai langkah kepolisian terlalu terburu-buru.
Nurhudi diketahui baru dipanggil polisi sebagai saksi pada Selasa (28/6/2022) kemarin.
"Bentuk tekanan ini. Nampaknya polisi mendapatkan tekanan," tuding Irfan.
Irfan berharap, polisi dapat melihat secara luas kasus yang menyeret Nurhudi.
Dirinya menyebut konten pria nikahi domba belum utuh lalu disebar tanpa izin pemilik.
"Langkah saya akan melaporkan mengunggah dan menyebarkan konten tersebut karena tanpa seizin," imbuhnya.
Irfan menegaskan, video dibuat hanya sebatas untuk konten YouTube dan TikTok tanpa ada maksud lain.
Baca juga: 3 Aksi Nekat Terbaru Demi Konten, Hadang Truk Sampai Tewas hingga Pura-pura Nikahi Domba
Viral sebelumnya
Seperti diberitakan sebelumnya, video konten pria nikahi domba mulai viral dan menjadi bahan perbincangan warganet sejak 5 Juni 2022.
Rekaman tersebar luas lewat platform Instagram dan TikTok.
Video berbuntut panjang karena dinilai telah melecehkan budaya dan agama.
Anggota DPRD Gresik Nurhudi sempat meminta maaf kepada publik karena sudah membuat gaduh.
(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(TribunJatim.com/Willy Abraham)( Kompas.com/Hamzah Arfah)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.