Tribun

20 Pedagang Minyak Goreng di Garut Jadi Korban Penipuan, Total Kerugian Rp 1,9 Miliar

NW menipu puluhan pedagang minyak goreng dengan cara menawarkan minyak goreng dengan harga lebih murah daripada yang beredar di pasaran.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in 20 Pedagang Minyak Goreng di Garut Jadi Korban Penipuan, Total Kerugian Rp 1,9 Miliar
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Penipuan.Sebanyak 20 pedagang minyak goreng jadi korban penipuan, total kerugiannya capai Rp 1,9 miliar. Pelaku penipuan ialah Nizwa Wulansari (31) atau NW, ibu rumah tangga asal Garut. Atas perbuatanya melakukan penipuan pada 20 pedagang minyak goreng, NW harus mendekam di penjara. 

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Sebanyak 20 pedagang minyak goreng jadi korban penipuan, total kerugiannya capai Rp 1,9 miliar. 

Pelaku penipuan ialah Nizwa Wulansari (31) atau NW, ibu rumah tangga asal Garut.

Atas perbuatanya melakukan penipuan pada 20 pedagang minyak goreng, NW harus mendekam di penjara. 

NW menipu puluhan pedagang minyak goreng dengan cara menawarkan minyak goreng dengan harga lebih murah daripada yang beredar di pasaran.

Pelaku diketahui NW merupakan warga Limbangan yang berdomisili di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

20 pedagang minyak menjadi korbannya, mereka mengalami kerugian mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 300 juta.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan total kerugian yang dialami puluhan korban tersebut mencapai Rp.1,9 miliar.

Uang miliaran rupiah itu menurutnya dipakai pelaku untuk berbagai kebutuhan, seperti renovasi rumah dan kebutuhan keluarga.

"Berdasarkan keterangan korban, pelaku ini punya gaya hidup hedonis dengan cara memiliki mobil-mobil mewah," ujarnya saat ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut, Selasa (12/7/2022).

Setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, ternyata mobil mewah tersebut bukan milik pelaku, melainkan mobil sewaan yang dipakai pelaku untuk memenuhi gaya hidup mewahnya.

Selain itu uang tersebut juga sudah dipakai untuk menutup hutang-hutangnya kepada para korban, namun tidak cukup sehingga ia harus berurusan dengan hukum.

"Sejumlah uangnya juga dipakai untuk gali lubang tutup lubang, renovasi rumah dan kebutuhan pribadi lainnya," kata AKBP Wirdhanto.

Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Harga Minyak Goreng Curah di Subang Masih di Atas Rp 14.000

Fariz Akbar (32) salah satu korban, berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus tersebut, ia meminta polisi juga memeriksa suami siri pelaku.

Menurutnya beberapa korban termasuk dirinya, pertama kali dikenalkan dengan pelaku oleh suami sirinya.

"Sebagai konsumen saya pertama kali diperkenalkan kepada pelaku oleh WA, yang ternyata merupakan suami siri pelaku, status suami siri itu juga baru diketahui saat kasus ini mencuat," ujarnya kepada Tribunjabar.id.

Ia menuturkan selama ini yang menawarkan penjualan minyak kepada para korban adalah suami pelaku, yakni WA.

WA juga menurutnya kerap pasang badan saat para korban mulai berontak menagih pesanan minyak kepada pelaku.

"Maka dengan ini kami meminta polisi juga periksa itu suaminya, kami berharap polisi mengusut tuntas masalah ini sampai ke akar-akarnya," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul IRT di Garut Tipu 20 Pedagang Minyak, Korban Alami Kerugian Hingga Rp 1,9 Miliar

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas