FAKTA Baru Kopda Muslimin: Kelola Tempat Judi hingga Curhat Tak Kuat Dikekang Istri ke Eksekutor
Berikut fakta baru terus bermunculan dari kasus anggota TNI bernama Kopda Muslimin yang menjadi dalang penembakan istrinya di Semarang.
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
![FAKTA Baru Kopda Muslimin: Kelola Tempat Judi hingga Curhat Tak Kuat Dikekang Istri ke Eksekutor](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/fakta-baru-kopda-muslimin.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Fakta baru terus bermunculan dari kasus anggota TNI bernama Kopda Muslimin yang menjadi dalang penembakan istrinya Rina Wulandari di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Seperti Kopda Muslimin yang ternyata mengelola tempat judi togel.
Fakta baru tersebut diungkap oleh Sugiono alias Babi.
Ia merupakan satu dari empat eksekutor yang disewa Kopda Muslimin untuk menembak istrinya.
Sugiono juga menyebut Kopda Muslimin sempat curhat masalah istrinya karena tak kuat dikekang.
Pengelola tempat judi
Baca juga: Tak Disangka Ternyata Ini Asal Uang Rp 120 Juta yang Diberikan Kopda Muslimin untuk Bayar Eksekutor
Sugiono mengaku awal perkenalannya dengan Kopda Muslimin berawal dari sebuah konter sekaligus tempat judi togel.
Sugiono lantas dipekerjakan Kopda Muslimin di tempat tersebut.
"Terus teman saya juga ikut kerja," ucapnya dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (28/7/2022).
Sugiono melanjutkan ceritanya, makin hari dirinya semakin dekat dengan Kopda Muslimin.
Bahkan keduanya kerap pesta miras bersama.
Sugiono juga mengaku, sudah beberapa kali berjumpa dengan Rina sehingga mengenalnya.
Curhat masalah sang istri
Kedekatan Sugiono dengan Kopda Muslimin yang terjalin sejak membuat keduanya saling terbuka.
Tiga minggu sebelum penembakan, Kopda Muslimin sempat curhat masalahnya dengan sang istri.
Pertemuan itu terjadi di daerah Padasan Simongan.
"Bang Mus curhat tak kuat dengan istrinya (karena) selalu mengekang. Dia meminta agar istrinya dibunuh," ucap Sugiono, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Kopda Muslimin Belum Ditemukan, Dandim Pastikan Pelaku Akan Dipecat
Permintaan Kopda Muslimin agar istrinya ditembak mati tak langsung disanggupi oleh Sugiono.
Sugiono awalnya menyarankan agar korban dirancun dengan Kecubung.
Saran tersebut diterima Kopda Muslimin, namun tidak jadi dilakukan.
"Bang Mus takut ketahuan istrinya jika mencampurkan kecubung ke minuman. Hari berikutnya juga begitu (takut)," papar Sugiono.
![Sugiono eksekutor.](https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/sugiono-eksekutor.jpg)
Sugiono tidak tega
Singkat cerita, pada akhirnya Sugiono dan 3 eksekutor lainnya menerima tawaran dari Kopda Muslimin untuk membunuh istri.
Sugiono memiliki peran menembak korban sementara 3 pelaku punya tugas berbeda.
Aksi penembakan dilakukan pada Sugiono Senin 18 Juli 2022 lalu.
Sugiono dan Agus berboncengan membuntuti korban setelah menjemput anaknya.
Baca juga: Kopda M Baru 7 Bulan Jalin Asmara dengan Selingkuhan, Tega Suruh Eksekutor Tembak Kepala Istri
Hingga akhirnya korban ditembak tepat di depan rumahnya.
Sugiono tidak menuturi pemintaan Kopda Muslimin untuk menembak kepala istrinya.
Ia mengarahkan senjata api ke bagian perut korban.
"Saya tidak menembak kepala karena tidak tega. Sebelumnya kenal dengan ibu itu," kata Sugiono dikutip dari TribunJateng.com.
Baca juga: Selingkuhan Tidak Tahu Rencana Kopda Muslimin Bunuh Istrinya: Tolak Saat Diajak Kabur
Sugiono sempat kena marah Kopda Muslimin karena tidak mematuhi perintahnya.
Pada akhirnya, kasus penembakan ini berhasil terungkap.
Empat eksekutor berhasil ditangkap, sementara Kopda Muslimin masih buron.
Sedangkan motifnya dipicu Kopda Muslimin memiliki selingkungan. Keduanya baru menjalin cinta terlarang selama 7 bulan.
(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(TribunJateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas)(Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf)