Tribun

Koalisi Tembakau Minta Caleg PKB Kontrak Politik dengan Petani Tembakau

Calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (caleg PKB) diminta harus berani menandatangani kontrak politik dengan para petani tembakau. 

Penulis: Erik S
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Koalisi Tembakau Minta Caleg PKB Kontrak Politik dengan Petani Tembakau
dok.
Ilustrasi - Petani tembakau 

TRIBUNNEWS.COM, MERBABU - Calon legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (caleg PKB) diminta harus berani menandatangani kontrak politik dengan para petani tembakau

Gagasan tersebut dilontarkan oleh Koordinator Koalisi Tembakau for Gus Muhaimin 2024 (KTFGM 2024) Bambang Elf dalam acara bedah buku “Visioning Indonesia: Arah Kebijakan dan Peta Jalan Kesejahteraan (2022)” karya Dr H A Muhaimin Iskandar di Kawasan Wisata Alam Posong (Lereng Gunung Sindoro), Kledung, Merbabu, Jawa Tengah, belum lama ini.

Dalam diskusi tersebut narasumber Ahmad Dimyati melontarkan gagasan agar para politisi harus berpihak dan berani memperjuangkan nasib para Petani Tembakau.

“Panjangnya rantai perdagangan IHT (industri hasil tembakau) justru merugikan petani. Pangkal persoalannya, banyak regulasi pemerintah yang tumpang tinduh dan petani tembakau kena batunya,” kata Dimyati.

Bambang Elf kemudian meminta para Caleg PKB berani tanda tangan kontrak.

“Jika begini terus, para Caleg PKB harus berani tanda tangan kontrak politik dengan para petani tembakau. Berani, nggak? Apakah setuju?” tanya Bambang Elf.

“Beraniiiii.... Setujuuuu....”, para peserta diskusi serentak. 

Baca juga: Petani Probolinggo Nikmati Kenaikan Harga Tembakau, Tembus Rp 56.000 Per Kilogram

Menurut Bambang, kontrak politik Caleg PKB di depan para petani tembakau sebagai salah satu langkah strategis mengangkat harkat dan martabat Pelaku Industri Hasil Tembakau.

Sehingga ketika para politisi tersebut memegang jabatan strategis di Pemerintahan, para petani mudah menagih komitmennya agar melahirkan regulasi yang berpihak kepada petani.

Ketua HIPMI Temanggung, Nur Ahsan, menyatakan tembakau Temanggung mengalami penurunan produksi akibat kurangnya keberpihakan para Stakeholder terhadap nasib Pelaku Industri Tembakau.

Bahkan ada pejabat yang tidak paham bagaimana mengelola tembakau padahal dia pejabat yang seharusnya mengurusinya.

Di akhir sesi narasumber Sidik Budiyono menelorkan gagasan kepada petani dan pelaku industri tembakau agar mau mencoba berinovasi dan mengambil kesempatan pasar yang masih terbuka.

Mbah Sidik mengatakan, "Kalau Cak Imin jadi Presiden, saya yakin beliau akan melindungi Nasib kita semua, Nasib Petani, Nasib Pedagang, Nasib Buruh Tembakau agar menjadi Sejahtera".

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas