Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ban Bekas Isi Biogas, Energi Bersih Warga Sawahan Menuju Keluarga Sejahtera

Pertamina kemudian memberi ide agar biogas ditampung dalam ban bekas. Selanjutnya, ban bekas yang sudah diisi biogas bisa dibawa pulang untuk memasak

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Daryono
zoom-in Ban Bekas Isi Biogas, Energi Bersih Warga Sawahan Menuju Keluarga Sejahtera
Tribunnews.com/Daryono
Dwi Setyaningsih, warga Padokan RT 03 RW 04, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, memasak dengan menggunakan biogas yang ditampung dalam ban bekas, Senin (24/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daryono

TRIBUNNEWS.COM – Sebuah ban dalam bekas berdiameter sekitar 80 cm bersandar di dinding dapur milik Dwi Setyaningsih.

Ban dalam bekas truk fuso itu tampak disambungkan melalui selang gas dengan kompor.

Saat knop kompor diputar, api biru terlihat menyala.

Berbeda dengan ban biasanya yang berisi angin, ban tersebut rupanya berisi biogas yang berasal dari kotoran sapi. 

Sehari-hari, biogas dalam ban itu yang dipakai Dwi sebagai bahan bakar untuk memasak.

Semenjak menggunakan biogas, ia sudah jarang memasak menggunakan gas LPG 3 Kg.

Rekomendasi Untuk Anda

“Sekarang ini paling beli gas LPG hanya satu tabung untuk sebulan. Dulu, tiap minggu minimal satu tabung,” katanya saat ditemui di rumahnya di Padokan RT 03 RW 04, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (24/10/2022).

Dwi Setyaningsih, warga Padokan RT 03 RW 04, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyalakan api pada kompor yang menggunakan biogas sebagai bahan bakar, Senin (24/10/2022).Biogas itu ditampung dalam ban bekas.
Dwi Setyaningsih, warga Padokan RT 03 RW 04, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyalakan api pada kompor yang menggunakan biogas sebagai bahan bakar, Senin (24/10/2022).Biogas itu ditampung dalam ban bekas. (Tribunnews.com/Daryono)

Baca juga: Pertamina Ingin Jadi Pemain Kelas Dunia untuk Hasilkan Listrik Berbasis Panas Bumi

Biogas dalam ban itu rata-rata bisa dipakai memasak hingga dua hari.

Dwi memiliki dua ban di rumah.

Satu ban berfungsi sebagai cadangan saat biogas dalam ban satunya mulai habis ketika dipakai memasak.

Hal itu untuk memastikan aktivitas memasak tidak tersendat atau kehabisan biogas.

Apabila biogas dalam ban habis, Dwi tinggal mengisi ulang ban itu ke instalasi biogas yang berada di kandang sapi milik kelompok.

Lokasinya hanya beberapa puluh meter dari rumahnya.

Ia biasanya melakukan isi ulang setiap dua hari sekali.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas