Tribun

Cerita Sukses Desa Bugisan: Majukan Desa Lewat Wisata, Mampu Gerakkan Ekonomi Warga

Inilah cerita Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang mengembangkan potensi wisata dan sukses menggerakkan ekonomi warga

Penulis: Sri Juliati
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Cerita Sukses Desa Bugisan: Majukan Desa Lewat Wisata, Mampu Gerakkan Ekonomi Warga
Kolase Tribunnews.com/Sri Juliati
Eni Marjini, warga Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten menunjukkan outer berbahan kain ecoprint, Jumat (25/11/2022). Usaha produk kain ecoprint menjadi satu di antara usaha yang muncul setelah Desa Bugisan ditetapkan sebagai desa wisata di Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Senyum bahagia terpancar di raut wajah Harmani saat melihat deretan kain ecoprint di atas meja.

Sementara di sampingnya, tertata rapi sejumlah baju, kaus, hingga outer yang digantung di sebuah rak.

Adapula topi, sandal, dompet, hingga tas. Semuanya menggunakan bahan yang sama: kain ecoprint.

Di antara produk tersebut, ada beberapa hasil tangan Harmani.

Hampir dua tahun Harmani menekuni usaha kain ecoprint di bawah label BugisArt yang merupakan wadah bagi pelaku UMKM di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Eni Marjini, warga Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten menunjukkan outer berbahan kain ecoprint, Jumat (25/11/2022). Usaha produk kain ecoprint menjadi satu di antara usaha yang muncul setelah Desa Bugisan ditetapkan sebagai desa wisata di  Jawa Tengah.
Eni Marjini, warga Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten menunjukkan outer berbahan kain ecoprint, Jumat (25/11/2022). Usaha produk kain ecoprint menjadi satu di antara usaha yang muncul setelah Desa Bugisan ditetapkan sebagai desa wisata di Jawa Tengah. (Tribunnews.com/Sri Juliati)

Kepada Tribunnews.com, Harmani mengaku, peluang usaha kain ecoprint sangat prospektif.

Apalagi Desa Bugisan telah dinobatkan sebagai satu di antara desa wisata di Jawa Tengah.

Sehingga kain ecoprint dan produk kreasi buatan Harmani kerap menjadi suvenir bagi para wisatawan.

"Ya Alhamdulillah, bisa dapat 30-40 persen (keuntungan, red) dari harga jual," ujarnya, Jumat (25/11/2022).

Sebelumnya, tak pernah terpikir di benak Harmani bisa terjun di dunia kain ecoprint.

Semula, wanita berusia 57 tahun itu memiliki usaha peternakan ayam joper. Sayangnya, usaha tersebut gulung tikar dihantam pandemi.

"Modal pun habis," ujar dia.

Tak ingin terus terpuruk, Harmani lantas mengikuti pelatihan pembuatan kain ecoprint di Desa Bugisan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas