Tribun

Gempa Berpusat di Cianjur

Salurkan Bantuan, Aksi Sosial Komunitas hingga Relawan bagi Korban Gempa Cianjur Belum Surut

Medan yang cukup berat untuk sampai di lokasi pengungsian terutama di Kecamatan Cugenang terbayar dengan sambutan hangat para korban

Penulis: Reza Deni
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Salurkan Bantuan, Aksi Sosial Komunitas hingga Relawan bagi Korban Gempa Cianjur Belum Surut
Istimewa
Tim Permata Sanny Peduli salurkan bantuan kepada para korban Gempa Cianjur, Jawa Barat (istimewa). 

Laporan Reporter Tribunnews.com,  Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim berisi jurnalis dan fotografer yang dinamakan Permata Sanny Peduli menyambangi lokasi pengungsian di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet dan Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Bersinergi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Solidaritas Merah Putih (Solmet), Permata Sanny mengirimkan bantuan berupa tenda pleton, terpal, ratusan paket sembako, diapers dan selimut telah diterima sebagian korban yang terdampak.

"Semoga diberi ketabahan dan kembali bangkit dari bencana ini. Kami menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban secara langsung di daerah Pacet dan Cugenang. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, semoga bantuan yang kami  berikan bermanfaat bagi korban di sana," ucap Permata Warokka, penggagas tim 'Permata Sanny Peduli', dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/12/2022).

Permata mengatakan medan yang cukup berat untuk sampai di lokasi pengungsian terutama di Kecamatan Cugenang terbayar dengan sambutan hangat para korban.

Dia melihat di sepanjang jalan menuju lokasi pengungsian hampir keseluruhan bangunan rumah rata dengan tanah.

Baca juga: Demi Kelancaran Mobilisasi Bantuan, Menko PMK Minta Polri Tertibkan Wisatawan Bencana di Cianjur

"Ternyata apa yang kita lihat di postingan medsos itu tidak sesuai dengan kenyataan. Para korban sangat membutuhkan uluran tangan kita. Sebelumnya tim kami bekerja sama dengan TRC Solmet untuk mapping di lokasi mana yang benar benar membutuhkan. Sehingga bantuan ini bisa diterima langsung kepada korban," kata dia .

Seperti yang disampaikan Boim (34) warga Desa Cirumput, Cugenang mengaku menyayangkan pemberitaan yang tak sesuai dengan kenyataan.

"Sebenarnya kami masih membutuhkan tempat yang layak untuk berteduh.

Tenda pengungsian yang disediakan sudah terisi penuh. Pembagian ke daerah yang sulit terjangkau belum merata, daerah kami masih kekurangan tenda," beber Boim.

Hal senada juga disampaikan Teddi Susandi (37) warga Desa Ciputri, Pacet yang terpaksa harus membeli sendiri bambu untuk dijadikan tempat tinggal.

"Tadinya di tenda darurat isinya lima keluarga dan penuh sesak. Istri saya sebentar lagi melahirkan jadi harus pindah mendekat akses jalan. Dapat bagian terpal untuk tenda seadanya, tapi untuk alasnya nggak ada," ujar Teddi yang berprofesi sebagai guru SD honorer.

Sementara itu, Noviana selaku Wasekjen TRC Solmet menyambut baik ajakan Tim Permata Sanny Peduli untuk mendistribusikan bantuan.

Sebanyak 16 relawan dan dua unit mobil ambulance TRC Solmet dikerahkan untuk mengangkut logistik.

"Seperti yang kita ketahui, 'Permata Sanny Peduli' memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi dan sudah sangat sering turun dalam berbagai aksi kemanusiaan tanpa memandang segala perbedaan apapun. Selaras dengan visi dan misi Solidaritas Merah Putih (Solmet), sehingga kami dengan senang hati bersinergi dengan tim Permata Sanny Peduli," tandas Noviana.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas