Tribun

Erupsi Gunung Semeru

2.219 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru

2.219 warga mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru berdasarkan data dari BPBD

Editor: Erik S
zoom-in 2.219 Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Semeru
AFP/JUNI KRISWANTO
Relawan membagikan makanan di Desa Candipuro pascaletusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022). Gunung Semeru kembali bererupsi setelah mengalami erupsi besar pada 2021 lalu. AFP/JUNI KRISWANTO 

TRIBUNNEWS.COM, LUMAJANG- 2.219 warga mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru pada Minggu pagi, (4/12/2022).

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, ribuan pengungsi tersebut tersebar di 12 titik pengungsian seperti di balai desa, rumah ibadah, gedung sekolah, lapangan, dan kantor kecamatan.

Baca juga: Gubernur Jawa Timur Imbau Warga di Sekitar Semeru Segera Mengungsi ke 12 Titik Pengungsian

Sementara itu, untuk layanan kesehatan terdapat di Puskesmas Pasirian dan Puskemas Tempeh, telah disiapkan menjadi tempat perawatan sementara rujukan dari Puskesmas Penanggal dan Puskesmas Candipuro.

"Hingga saat petugas BPBD terus melakukan pendataan para pengungsi untuk memaksimalkan bantuan. Data ini bisa berubah sewaktu-waktu," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan resminya Minggu malam.

BPBD Jatim dan relawan pada Minggu sore telah bergerak menuju lokasi erupsi untuk penanganan evakuasi dan penyiapan logistik untuk masyarakat yang terdampak.

"Sore tadi tim BPBD Jatim sudah mulai mengirimkan bantuan baik kebutuhan pokok masyarakat terdampak maupun relawan," jelasnya.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tinggi kolom abu erupsi Semeru teramati ± 1.500 meter di atas puncak atau ± 5.176 mdpl.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Bupati Lumajang: Hunian Relokasi Aman, Aliran Lahar Tidak ke Desa Sumbermujur

Dengan status itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Dia juga agar masyarakat patuh terhadap peringatan dan arahan petugas yang telah berada dilokasi.

Baca juga: Kepanikan Warga Saat Gunung Semeru Erupsi Minggu Pagi: Gerak Cepat Tinggalkan Rumah Cari Tempat Aman

Dari informasi yang disampaikan oleh BPBD Jatim, hingga pukul 14.10 WIB material APG terpantau di Curah Kobokan . Dimana, dilaporkan hal ini diikuti oleh penurunan aktivitas yang terpantau dari seismograf.

Berita ini telah tayang di Kompas.com

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas