Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aipda Aksan Minta Maaf ke Kapolri dan Kapolda setelah Sebut Polisi Sarang Mafia

Aipda Aksan, polisi yang menyebut polisi sarang mafia meminta maaf atas videonya yang viral. Ia mengatakan video tersebut hanya berdasar asumsinya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Sri Juliati
zoom-in Aipda Aksan Minta Maaf ke Kapolri dan Kapolda setelah Sebut Polisi Sarang Mafia
MUH. AMRAN AMIR
Aipda Aksan Anggota Bhabinkamtibmas Polres Tana Toraja, Sulawesi Selatan menyampaikan permohonan maafnya setelah videonya beredar di media sosial, Jumat (02/12/2022) 

Karena dalam video Aipda Aksan menyebut korupsi di Polres Palopo, kini Mantan Kapolres Palopo melaporkannya.

"Sudah (diperiksa). Mantan Kapolres Palopo juga sudah buat laporan pengaduan," ujar dia dikutip dari TribunTimur.com.

Terkait jenis laporan yang dilayangkan ke Aipda Aksan, Agoeng Hadi Koerniawan belum dapat menjawabnya.

"Nanti ditanyakan langsung ke Krimsus atau Humas," tambahnya.

Baca juga: Bripka AS Terbukti Selingkuh dengan Bidan Puskesmas, Polres Purworejo Beri 4 Macam Sanksi

Viral Aipda Aksan singgung mafia polisi

Sebelumnya, nama Aipda Aksan sempat menjadi sorotan setelah membuat video terkait kritikannya kepada institusi Polri.

Dalam video tersebut Aipda Aksan mengenakan seragam dinas dan video ditujukan ke Kapolri.

Rekomendasi Untuk Anda

Video kritikan Aipda Aksan viral dan diunggah akun TikTok @pandapotansthg81 pada Kamis (1/12/2022).

"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, Salam Presisi."

"yang terhormat bapak Kapolri, izin jenderal saya Aksan NRP 811081 anggota Sat Binmas Polres Tana Toraja menyampaikan kepada bapak."

"Tolong institusi Polri dibersihkan dari mafia-mafia yang masih bersarang di tubuh Polri," ujarnya dalam video.

Menurutnya sistem di Polri sudah tidak bagus sejak rekrutmen karena segala sesuatunya harus menggunakan uang.

"Yang pertama masuk polisi harus bayar, yang kedua mau pindah harus bayar, yang ketiga mau jadi perwira harus bayar, jadi bagaimana kedepannya Polri kalau semau harus bayar," jelasnya.

Baca juga: Tak hanya Dipecat dari Polri, Aipda AL Terancam 9 Bulan Penjara Akibat Selingkuh dengan Istri TNI

Selain itu, para pimpinan tidak memberikan contoh yang baik ke bawahannya.

"Kemudian rata-rata pimpinan dari bawa bukan mengajari kami ke jalan yang bagus, tapi mengajari kami ke jalan yang tidak benar."

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas