Banjir Semarang: Perjalanan Kereta Api Dibatalkan, Rendam Puluhan Rumah Hingga Dua Mahasiswa Tewas
Akibat banjir di Stasiun Semarang Tawang, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan empat perjalanan kereta api.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Kemudian warga itu, keluar rumah dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Setelah itu, diketahui, bahwa ada dua orang yang sudah terjatuh dan terendam di dalam air.
Pada saat itu warga hendak mencoba untuk menolong korban, akan tetapi, karena merasa ada sengatan arus listrik kemudian menjauh.
Warga juga mengetahui ada kabel listrik yang terputus jatuh ke air.
Setelah itu, warga menghubungi pihak kepolisian yakni Bhabinkamtibmas setempat, untuk memberitahukan peristiwa tersebut.
Rayakan Tahun Baru 2023
Dua mahasiswa sebelum tewas, berencana pergi kerumah temanya, untuk kegiatan bakar-bakaran jelang malam tahun baru 2023.
"Pada hari Sabtu, tanggal 31 Desember 2022 sekira pkl 20.00 Wib, korban meminta izin kepada saksi 1 (Ibu Kos) untuk pergi keluar ke rumah temannya untuk kegiatan bakar - bakaranan," ujar Kapolsek Genuk Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho.
Baca juga: Pemkot Semarang Koordinasi dengan BBWS Tutup Tanggul Jebol di Kali Plumbon
Ris mengatakan, korban diduga tersengat listrik saat jalan kaki melewati genangan air.
"Intinya saksi dengar orang teriak, terus, tahu-tahu sudah terapung, (korban) jalan kaki," imbuhnya.
Kedua korban merupakan mahasiswa yang kos di Jalan Kapas Utara 13 Blok H-1 No.107B Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Pantau dengan Bersepeda
Mengawali tahun 2023, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersepeda menyusuri jalanan Kota Semarang, Minggu (1/1/2023).
Sambil gowes, Ganjar juga mengecek situasi di Kota Lama dan Stasiun Tawang Semarang.
Start pukul 05.30 WIB, Ganjar langsung mengayuh sepeda jenis MTB-nya ke arah Tugu Muda. Sesekali Ia juga memilih rute gang kecil untuk menyapa warga yang sudah memulai aktivitasnya.
Dari Tugu Muda, Gubernur Jateng dua periode itu terus mengayuh ke arah Stasiun Poncol. Kemudian menuju Stasiun Tawang. Banjir tampak masih menggenangi area depan stasiun kereta api kelas besar tipe A itu.
Usai memarkirkan sepedanya, Ganjar masuk ke peron stasiun.
Kondisi hari ini sedikit lebih baik dibanding kemarin, pada pagi ini banjir yang merendam jalur rel kereta api berangsur surut. Besi rel pun sudah mulai terlihat.
Sedangkan di area ruang tunggu, air masih menggenang. Namun dari pihak KAI Daop IV Semarang juga sudah mulai melakukan penyedotan dengan pompa manual.
“Kalau kita lihat udah lumayan, kita cek surut ya. Hanya beberapa yang mesti dibereskan genangan yang di depan (stasiun),” kata Ganjar.
Ganjar berharap hujan hari ini tidak seekstrem pada Sabtu (31/12/2022) kemarin. Sehingga penyedotan air dari area stasiun bisa segera di lakukan dan aktivitas di stasiun yang ada sejak tahun 1914 itu bisa kembali normal.
“Traffic-nya relatif lebih baik, karena udah tidak terendam lagi. Hanya (masih) di beberapa titik, tapi surutnya juga sudah banyak jadi sistemnya masih langsir,” kata Ganjar.
Jadwal keberangkatan yang masih terhambat, mantan anggota DPR RI itu meminta agar para penumpang lebih bersabar. Jika cuaca hari ini baik, seluruh peralatan akan dikerahkan untuk mengeringkan area stasiun.
“Kemarin juga kita udah bicara dengan BMKG, kemungkinan nanti akan dibantu pagi ini untuk rekayasa cuaca. Kalau itu bisa terjadi akan sangat membantu, karena kalau kondisi seperti kemarin kan pasti effort kita akan sangat besar sekali,” tegas Ganjar.
Sambil terus memantau kondisi banjir di titik lain, Ganjar mengatakan penanganan banjir di Stasiun Tawang menjadi salah satu prioritasnya.
“Nanti saya mau cek lagi sudah banyak yang kering, ini menjadi prioritas kita yang di sekitar stasiun Tawang,” tandasnya.
(Tribunnews/TribunJateng)
Baca tanpa iklan